Logo Header Antaranews Manado

SAR evakuasi 6 penumpang KM Nyong Fati mati mesin di Selat Bangka Minut

Rabu, 2 September 2026 05:02 WIB
Image Print
Personel SAR melakukan evakuasi terhadap enam penumpang KM Nyong Fatih yang mati mesin di perairan Selat Bangka, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. ANTARA/HO-Basarnas Sulut

Manado (ANTARA) - Kantor SAR Manado mengevakuasi enam orang penumpang KM Nyong Fati yang mengalami mati mesin di perairan Selat Bangka, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

"Kejadian dilaporkan pada pukul 13.16 WITA, setelah kapal yang bertolak dari Pelabuhan Likupang menuju Desa Kinabuhutan mengalami mati mesin dan hanyut terbawa gelombang dengan ketinggian sekitar 0,25–0,5 meter," kata Humas Basarnas Sulut Nuriadin Gumeleng di Manado, Selasa.

Menerima laporan tersebut, kata dia, Kepala Kantor SAR Manado George Mercy Randang, melalui tim operasi memberangkatkan Tim Rescue KN SAR Bima Sena menggunakan RBB (Rigid Buoyancy Boat) melakukan tindak awal operasi SAR.

"Tim tiba di lokasi kejadian pada pukul 13.55 WITA dan langsung melakukan penyisiran, dan tidak lama kemudian tim berhasil menemukan KM Nyong Fati beserta enam orang penumpangnya," kata Nuriadin.

Keenam penumpang kemudian dievakuasi menuju Desa Kinabuhutan dan pada pukul 14.42 WITA seluruh korban tiba di Desa Kinabuhutan dan dibantu masyarakat nelayan untuk menuju daratan karena kondisi perairan yang dangkal.

Enam korban yang berhasil dievakuasi yakni Ayumi Saribulan (31), Isti Manolang (32), Rajiba Hiola (64), Rico Nabu (37), Aswandi Asman (47), dan Firman Buntuang (21), semuanya merupakan warga Desa Kinabuhutan.

Setelah memastikan seluruh korban dalam kondisi aman, Tim Rescue kembali menuju Dermaga Munte, Likupang, dan tiba pada pukul 15.50 WITA.

Setelah seluruh korban dievakuasi, operasi SAR Kapal KM. Nyong Fati dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup.

"Kami menyampaikan terima kasih atas sinergi serta respons cepat seluruh unsur yang terlibat dalam proses evakuasi," ujarnya.




Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026