Logo Header Antaranews Manado

NTP Sulut naik 1,06 persen

Jumat, 5 Oktober 2018 08:14 WIB
Image Print
Ateng Hartono (1) (1/)
Turunnya indeks harga yang dibayar petani disumbang oleh penurunan harga-harga komoditi yang di konsumsi oleh rumah tangga

Manado, (Antaranews Sulut) - Nilai tukar petani (NTP) Sulawesi Utara pada September 2018 mengalami kenaikan 1,06 persen, yang menandakan daya beli masyarakat semakin baik.

"NTP Sulut dari nilai 95,22 di Agustus 2018 menjadi 96,23 pada September tahun ini," kata kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut dr Ateng Hartono di Manado, Kamis.

Dia mengatakan membaiknya nilai NTP dipengaruhi oleh naiknya harga komoditas yang dijual petani dan penurunan harga barang-barang yang dikonsumsi rumah tangga.

Nilai NTP selama tahun kalender 2018 mengalami kenaikan 1,12 persen dan secara YoY (tahun ke tahun) juga mengalami kenaikan 3,49 persen.

Nilai tukar usaha rumah tangga pertanian (NTUP) pada September 2018 juga menguat 0,28 persen dibanding bulan sebelumnya; pada bulan Agustus 107,40 dan di bulan September sudah menjadi 107,70.

Dari hasil pemantauan harga komoditas di perdesaan, secara umum dapat digambarkan membaiknya nilai NTP sebesar 1,06 persen, dikarenakan kenaikan indeks harga yang diterima petani mencapai 0,37 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar petani malah mengalami penurunan 0,68 persen.

Turunnya indeks harga yang dibayar petani disumbang oleh penurunan harga-harga komoditi yang di konsumsi oleh rumah tangga.

Dari enam provinsi yang ada di pulau Sulawesi, perubahan NTP cukup bervariatif. Hanya Sulawesi Barat saja yang mengalami penurunan NTP, sementara 5 provinsi lainnya, yakni Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Gorontalo mengalami kenaikan. Kenaikan tertinggi terjadi di Sulut.

Beda halnya dengan nilai NTUP, hanya Sulut yang mengalami perbaikan 0,28 persen sementara provinsi lainnya mengalami penurunan. Penurunan terendah terjadi di Sulawesi Barat yang mencapai 0,91 persen.

(T.KR-NCY/B/G004/G004) 04-10-2018 18:39:01



Pewarta :
Editor: Christian Alberto Kowaas
COPYRIGHT © ANTARA 2026