Manado, 31/8 (Antara) - Atraksi terjun payung, warnai pembukaan acara bertaraf internasional "Manado Fiesta 2018", di kawasan pohon kasih Manado.
"Ada 25 penerjun payung yang melakukan atraksi udara dengan membawa bendera, dengan titik pendaratan di depan panggung utama," kata Kepala Dinas Pariwisata Manado, Lenda Pelealu, di sela-sela pembukaan Manado Fiesta 2018, di Manado, Jumat.
Lenda mengatakan, para penerjun turun dari ketinggian 6.500 kaki, dari dalam pesawat CN 235, yang diproduksi PT Dirgantara Indonesia (DI).
Para penerjun tersebut, kata Lenda, terdiri atas anggota pasukan khas TNI AU, Brimob, Kopassus TNI AD, Kopaska TNI AL, atlet terjun payung, yang dibagi dalam dua kali penerjunan.
"Pada penerjunan pertama, ada 12 penerjun, yang membawa bendera, kemudian yang kedua membawa 13 penerjun dalam rentang waktu satu menit," kata Lenda.
Para penerjun tersebut, katanya, kemudian menyerahkan bendera kapada Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo dan Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, kemudian melakukan salam penghormatan.
Selain terjun payung, kata Lenda, ada juga paragliding yang membawa bendera para pendukung acara yang terbang sejak sore sampai menjelang malam, di udara kawasan reklamasi.
Menurut Lenda, para atlet paragliding juga menjadi pengisi acara sehingga suasana menjadi ramai dan kawasan tersebut dipadati oleh ribuan warga yang menonton pembukaan Manado Fiesta 2018. ***1***

