Logo Header Antaranews Manado

Pemkot Bitung serahkan 10 ekor hewan kurban

Kamis, 23 Agustus 2018 13:54 WIB
Image Print
Ketua PMI Kota bitung, Khouni Lomban rawung (1)
Sebagai manusia kita harus saling membantu, seperti dalam kalimat `Sitou Timou Tumou Tou` yang mempunyai arti bahwa manusia hidup untuk memanusiakan sesama manusia, karena itu saya percaya dengan membantu, Tuhan tidak akan memberikan kekurangan bagi

Manado, (Antaranews Sulut) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung menyerahkan 10 ekor sapi sebagai hewan kurban Hari Raya Idul Adha 1439 H tahun 2018 bagi warga kota tersebut.

"10 ekor sapi diserahkan di 10 titik, baik masjid dan instansi lainnya," kata Walikota Bitung Maximiliaan Jonas Lomban didampingi Ketua TP PKK Kota Bitung Khouni Lomban Rawung usai menyerahkan hewan kurban di Masjid Al Marhamah, Kelurahan Wangurer Timur, Kecamatan Madidir, Rabu.

Seluruh hewan kurban tersebut diserahkan di Masjid Babussalam Kelurahan Pintu Kota Kecamatan Lembeh Utara, Masjid Al Hijrah Kelurahan Papusuangan Kecamatan Lembeh Selatan, Masjid Al Fajar Kelurahan Tandurusa Kecamatan Aertembaga, Masjid Darul Ulum Kelurahan Kakenturan Kecamatan Maesa, Masjid Al Marhamah Kelurahan Wangurer Timur Kecamatan Madidir, Masjid Al Falah Secata B Kelurahan Girian Indah Kecamatan Girian, Masjid Nurul Huda Kelurahan Manembo-nembo Kecamatan Ranowulu, KKBIS Kota Bitung,Dinas Lingkungan Hidup (petugas kebersihan) dan Badan Tadzkir Pemkot Bitung.

Lomban mengatakan makna Idul Adha pada setiap tanggal 10 Dzulhijjah juga dikenal dengan sebutan Hari Raya Haji , dimana kaum muslimin yang sedang menunaikan haji yang utama, yaitu wukuf di Arafah.

"Mereka semua memakai pakaian serba putih dan tidak berjahit, yang di sebut pakaian ihram, melambangkan persamaan akidah dan pandangan hidup, mempunyai tatanan nilai yaitu nilai persamaan dalam segala segi bidang kehidupan. Tidak dapat dibedakan antara mereka, semuanya merasa sederajat. Sama-sama mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Perkasa, sambil bersama-sama membaca kalimat talbiyah," jelasnya.

Di samping Idul Adha dinamakan hari raya haji, juga dinamakan "Idul Qurban" karena pada hari itu Allah memberi kesempatan kepada kita untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya.

Bagi umat Muslim yang belum mampu mengerjakan perjalanan haji, maka ia diberi kesempatan untuk berkurban, yaitu dengan menyembelih hewan kurban sebagai simbol ketakwaan dan kecintaan kita kepada Allah SWT.

"Sebagai manusia kita harus saling membantu, seperti dalam kalimat `Sitou Timou Tumou Tou` yang mempunyai arti bahwa manusia hidup untuk memanusiakan sesama manusia, karena itu saya percaya dengan membantu, Tuhan tidak akan memberikan kekurangan bagi kita melainkan berkat yang baru," katanya.

Kepada seluruh masyarakat agar memahami arti berkurban yakni menolong dan meringankan beban individu yang membutuhkan.

"Alangkah indahnya jika kita saling bersedekah, sehingga perdamaian terus hadir di tengah-tengah masyarakat," kata Lomban.

(T.KR-NCY/B/M007/M007) 22-08-2018 07:47:33



Pewarta :
Editor: Christian Alberto Kowaas
COPYRIGHT © ANTARA 2026