Logo Header Antaranews Manado

Pemkab Minahasa Kembali Raih Prestasi

Rabu, 27 September 2017 05:30 WIB
Image Print
Pemkab Minahasa ketika menerima penghargaan di bidang kesehatan yang diwakili pihak RSUD Sam Ratulangi. (1)

Tondano (AntaraSulut) - Sejumlah prestasi terus ditelorkan Pemkab Minahasa. Belum lama menerima penghargaan dari Pemprov Sulut, kali ini dinobatkan sebagai salah satu daerah dalam kategori di bidang kesehatan yakni juara satu lomba pelayanan kesehatan serta KB PP dan PK tingkat nasional tahun 2017.

Prestasi tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia yang dilaksanakan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTT), Senin (25/9). Pemkab Minahasa melalui RSUD Sam Ratulangi Tondano berhasil menjadi jawara dan mampu menyaingi sejumlah daerah lainnya.

Direktur RSUD Sam Ratulangi Tondano Mariani Suronoto menyampaikan penghargaan ini diberikan oleh pemerintah pusat melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

"Tentunya terima kasih kami sampaikan kepada seluruh pihak yang telah mendukung, terutama kepada pak Bupati Jantje Wowiling Sajow, yang sudah memberikan support penuh sehingga bisa berprestasi di tingkat nasional," ungkapnya.

Bupati Jantje W Sajow mengaku bangga serta bersyukur mengenai prestasi gemilang ini. Menurutnya prestasi ini adalah berkat dukungan serta peran serta seluruh masyarakat Kabupaten Minahasa yang sudah sadar dengan pemakaian alat-alat kontrasepsi.

"Terima kasih atas dukungan semua pihak yang karenanya Minahasa meraih juara satu. Lebih khusus kepada pihak RSUD Sam Ratulangi Tondano yang sudah berusaha dan bekerja keras sehingga bisa meraih prestasi tersebut, jadi selamat dan sukses," ungkapnya.

Sementara Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty mengatakan Hari Kontrasepsi Sedunia yang diperingati pada 26 September ini bertujuan meningkatkan komitmen program Keluarga Berencana (KB).

"Keikutsertaan BKKBN dalam peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia tidak sekedar ikut-ikutan atau perayaan sesaat saja," kata Surya.

Melainkan, lanjut Surya, peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia bertujuan mengingatkan percepatan pencapaian program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK) serta pentingnya kontrasepsi dalam mewujudkan keluarga kecil bahagia serta sejahtera.

"Sampai saat ini, strategi dan upaya dilakukan BKKBN untuk mencapai sasaran angka kelahiran total 2,33, pemakaian kontrasepsi modern sebesar 60,9 persen, kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi sebesar 10,26 persen, peserta KB aktif 21,7 persen dan tingkat putus pakai kontrasepsi 25,3 persen," urainya.

Namun, katanya lagi berdasarkan survei indikator kinerja program RPJMN 2017, angka kelahiran total 2,4, pemakaian kontrasepsi modern 57, 6 persen, kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi masih tinggi 17,5 persen. Angka yang menunjukkan hasil bagus dan mendekati target hanya peserta KB aktif sebesar 21,5 persen.

"Kiranya untuk mewujudkan target RPJMN 2017, BKKBN membutuhkan komitmen dan partisipasi aktif dari mitra menjadi petugas KB," harapnya.



Pewarta :
Editor: Guido Merung
COPYRIGHT © ANTARA 2026