
Pemprov Sulut jaga stabilitas perekonomian daerah

Manado (ANTARA) - Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sulawesi Utara (Sulut), Jimmy Ringkuangan mengatakan, pemerintah daerah terus berupaya menjaga stabilitas perekonomian dan terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Pemprov Sulut terus memperkuat pengendalian inflasi, mendorong investasi, memperkuat sektor pertanian, perikanan dan UMKM, mengembangkan pariwisata, mempercepat hilirisasi komoditas unggulan daerah, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia," ujar Ringkuangan di Manado, Kamis.
Seluruh langkah yang dilakukan pemerintah provinsi tersebut diarahkan agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.
Jimmy mengatakan, mengutip data BPS Sulut selama periode Januari hingga April 2026, nilai ekspor Sulawesi Utara mencapai 411,28 juta dolar AS atau tumbuh 11,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, impor tercatat sebesar 55,04 juta dolar AS sehingga menghasilkan surplus neraca perdagangan sekitar 356 juta dolar AS.
Surplus perdagangan yang tinggi tersebut menunjukkan bahwa komoditas unggulan Sulawesi Utara masih mampu bersaing dan diterima pasar internasional.
"Kondisi ini menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah di tengah perlambatan perdagangan global," ujarnya.
Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Maret 2026 mencapai 11.517 kunjungan, naik 161,33 persen year-on-year (y-on-y).
Sementara jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) pada Maret 2026 mencapai 1.502 perjalanan, naik 23,93 persen (y-on-y), sedangkan jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Maret 2026 mencapai 1.295.077 perjalanan, naik 35,66 persen (y-on-y).
"Hal ini menunjukkan bahwa Sulut semakin dikenal sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat," ujarnya.
Di sisi lainnya, katanya, pada Mei 2026, provinsi berpenduduk lebih 2,7 juta jiwa tersebut mengalami deflasi sebesar 0,61 persen.
Kondisi ini menunjukkan bahwa harga berbagai kebutuhan pokok relatif terkendali dan pasokan pangan berada dalam kondisi yang cukup baik.
Meskipun demikian, pemerintah tetap mencermati perkembangan daya beli masyarakat agar aktivitas ekonomi domestik tetap tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.
"Capaian positif tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh komponen pembangunan di Sulawesi Utara," katanya menambahkan.
Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor:
Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
