
BMKG: 2.278 gempa bumi getarkan Sulut dan sekitarnya sepanjang April 2026

Manado (ANTARA) - BMKG Stasiun Geofisika Manado, mencatat sebanyak 2.278 kejadian gempa bumi menggetarkan Sulawesi Utara dan sekitarnya sepanjang April 2026.
"Berdasarkan distribusi kedalaman hiposenter, aktivitas gempa bumi didominasi oleh gempa bumi dangkal yang terjadi pada kerak bumi bagian atas," kata Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, Muhammad Zulkifli di Manado, Rabu.
Dua ribu lebih getaran gempa tersebut terdiri dari gempa bumi dangkal sebanyak 2.150 kejadian, gempa bumi menengah sebanyak 125 kejadian gempa bumi dalam sebanyak dua kejadian.
Sementara itu, berdasarkan magnitudonya, gempa bumi yang terjadi memiliki rentang magnitudo mulai dari M1,6 hingga gempa bumi terbesar berkekuatan M7,6.
Dari keseluruhan kejadian tersebut, sebanyak 42 gempa dilaporkan dirasakan oleh masyarakat di wilayah Batang Dua, Maluku Utara dan Sulawesi Utara.
Tingginya jumlah kejadian gempa pada periode ini didominasi oleh aktivitas gempa susulan (aftershock) dari gempa utama berkekuatan M7,6 yang terjadi di wilayah Batang Dua.
Hingga akhir April 2026, tercatat sebanyak 1.958 kejadian gempa susulan yang berkaitan dengan aktivitas tersebut.
Muhammad Zulkifli menambahkan, berdasarkan peta seismisitas dan distribusi episenter, aktivitas gempa bumi selama bulan April 2026 terkonsentrasi pada beberapa wilayah utama,
Laut Maluku, khususnya wilayah Batang Dua, Teluk Tomini dan Laut Sulawesi.
Konsentrasi aktivitas tersebut menunjukkan tingginya dinamika tektonik di kawasan pertemuan lempeng dan zona subduksi di sekitar Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
Guncangan gempa bumi dirasakan cukup luas di berbagai wilayah, antara lain Batang Dua, Kota Ternate, Bitung, Manado, Gorontalo, serta beberapa wilayah lain di Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Kota Ternate mengalami intensitas V–VI MMI, di mana getaran dirasakan oleh seluruh penduduk, sebagian besar masyarakat terkejut dan berlarian keluar rumah, serta terjadi kerusakan ringan seperti plester dinding retak atau jatuh.
Kecamatan Ibu mengalami intensitas V MMI, dengan getaran dirasakan hampir seluruh penduduk dan banyak warga terbangun saat kejadian berlangsung.
Kota Manado mengalami intensitas IV–V MMI, di mana getaran dirasakan jelas oleh hampir seluruh masyarakat dan menyebabkan sebagian warga terbangun.
Kabupaten Bone Bolango dan Gorontalo Utara mengalami intensitas III MMI, dengan getaran dirasakan nyata di dalam rumah seperti adanya truk besar yang melintas.
Sementara di Kabupaten Boalemo dan Pohuwato mengalami intensitas II–III MMI, di mana getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.
Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor:
Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
