
Mendikdasmen: Kebijakan WFH bukan karena krisis tapi penghematan

Pekalongan (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan bahwa kebijakan Work From Home (bekerja dari rumah) bukan karena akibat krisis namun atas pertimbangan untuk hidup hemat.
"Sesuai arahan Bapak Presiden, (kebijakan WFH) agar kita membudayakan hidup hemat, kebiasaan baik sehingga semua sumber energi yang dimiliki dapat digunakan untuk hal-hal sebaik-baiknya," katanya usai acara Halal Bihalal Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan, Jumat.
Menurut dia, work from home itu tidak berlaku di lembaga pendidikan sekolah sehingga kegiatan belajar mengajar tetap akan berlangsung secara tatap muka.
"Jadi sekolah tetap masuk sebagaimana biasa, tetap masuk sebagaimana sekarang berlaku. Karena sekolahnya masuk maka guru-gurunya tetap masuk," katanya.
Ia mengatakan kebijakan bekerja dari rumah itu berlaku untuk kantor-kantor seperti di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah seperti pada hari Jumat.
"Akan kami tegaskan perbedaan work from home, work from anywhere (WFA). WFA, para pegawai bisa berada di mana saja bertebaran tetapi work from home berada di rumahnya sehingga ketika dipanggil untuk pertemuan maka bisa memenuhi karena posisinya tidak jauh dari kantor," katanya.
Selain itu kebijakan bekerja dari rumah, kata dia, tidak berarti mereka bebas bekerja tetapi tetap memiliki tugas pokok dan fungsi yang ditetapkan oleh kementerian.
"Jadi ada mekanisme-mekanisme pelaporan dan jenis pekerjaan sesuai yang dilakukan tupoksi mereka masing-masing," katanya.
Pewarta : Kutnadi
Editor:
Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
