Logo Header Antaranews Manado

BTN perluas layanan di luar KPR

Sabtu, 14 Maret 2026 17:23 WIB
Image Print
Direktur Operasional BTN I Nyoman Sugiri memberikan sambutan dalam acara "Talk Show & Anugerah Jurnalistik dan Foto BTN 2026" di Ballroom Menara 1 BTN, Jakarta, Jumat (13/3/2026). ANTARA/HO-BTN

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk membidik menjadi bank dengan layanan finansial lengkap (full banking services) dengan memperluas layanan di luar fokus kredit pemilikan rumah (KPR).

Direktur Operations BTN I Nyoman Sugiri mengatakan perseroan mulai bergerak menuju layanan di luar KPR, yakni menawarkan layanan perbankan yang lebih lengkap seperti payroll, kartu kredit, investasi, Kredit Ringan (KRING) untuk renovasi rumah, kredit multiguna, pembiayaan kendaraan mobil maupun motor, hingga kredit modal kerja.

"Kami akan mengubah image itu bahwa bank BTN bisa memberikan layanan full banking services. Artinya, kalau finansial keluarga itu ada pembiayaan, investasi, transaksi, dan segala macam kebutuhan perbankan lainnya. Apalagi di era digital sekarang ini," kata Nyoman dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Dalam acara "Talk Show & Anugerah Jurnalistik dan Foto BTN 2026", Nyoman mengatakan transformasi tersebut merupakan bagian dari implementasi visi baru BTN untuk periode 2025-2029.

Transformasi bisnis itu di antaranya dengan melakukan ekspansi secara efisien melalui pembaruan operasional kredit, modernisasi kantor cabang, serta pengembangan layanan digital.

Untuk menuju transformasi itu, BTN memperkuat mesin pendanaan berkelanjutan (sustainable funding), meningkatkan proposisi produk dan cross selling, serta menghadirkan layanan perbankan lengkap.

Nyoman juga menjelaskan bahwa penting untuk memperkuat mesin pendanaan berkelanjutan (engine sustainable funding) agar bisnis dapat berjalan secara berkelanjutan.

Hal itu karena pendanaan merupakan bahan bakar utama bagi perbankan untuk menjalankan aktivitas pembiayaan.

"Karena itu, penguatan funding menjadi salah satu fokus utama yang terus diperbaiki. Upaya ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan sumber pendanaan yang stabil dan berkelanjutan. Sehingga BTN dapat terus menjalankan fungsi intermediasi dan memperluas penyaluran pembiayaan," ujarnya.

Rencana BTN lainnya adalah menghadirkan layanan perbankan yang lengkap dengan mengutamakan pengalaman nasabah (customer experience).

Salah satu langkah yang dilakukan adalah revamp atau pembaruan proses pengelolaan kredit (loan processing) agar lebih efisien, cepat, dan terstandarisasi.

Pembaruan operasional kredit dilakukan melalui sistem loan factory. Sistem ini memusatkan proses pengajuan dan pengolahan kredit konsumer, termasuk kredit pemilikan rumah (KPR).

Sebelumnya, dengan proses operasional kredit BTN yang dilakukan melalui enam regional ditemukan kendala standar proses antarwilayah belum seragam, kontrol dan monitoring belum sepenuhnya terpusat, serta kapasitas dan produktivitas antarregional tidak merata.

Melalui sistem loan factory, proses kredit kini disentralisasi di pusat.

Selain pembaruan operasional kredit, BTN juga melakukan modernisasi jaringan kantor cabang dari konsep yang selama ini dikenal kaku dan birokratis menjadi lebih modern dan ramah terhadap nasabah.

Upaya ini dilakukan melalui program peremajaan kantor cabang (rejuvenating branch). Sepanjang 2025, BTN telah membuka 20 kantor cabang baru, merelokasi 29 kantor cabang, serta melakukan penataan ulang (re-layout) terhadap 10 kantor cabang agar lebih modern dan nyaman.

"Kami ingin mengubah kesan lama bahwa kantor cabang bank itu kuno dan birokratis. Ke depan, cabang BTN akan menyesuaikan perkembangan zaman dengan konsep yang lebih modern dan dinamis," ujarnya.

Nyoman mengatakan perseroan juga mempercepat digitalisasi layanan melalui pengembangan BTN Digital Store, yang tidak hanya berada di kantor cabang, tetapi kini juga hadir di pusat perbelanjaan dan kawasan komersial.

"Kami hadir di area komersial, di mal dan pusat keramaian. Konsepnya adalah outlet yang bisa melayani kapan saja melalui digital store," jelas Nyoman.

Transformasi operasional BTN juga menyentuh pengelolaan dokumen kredit. BTN membangun Records Center atau pusat penyimpanan dan pengelolaan dokumen kredit untuk meningkatkan keamanan terhadap banyaknya data portofolio KPR BTN.a

"Portofolio KPR BTN sangat besar sehingga tata kelola dokumen agunan harus dilakukan secara baik dan aman. Karena itu kami membangun records center dengan sistem yang lebih modern. Ruang penyimpanan tahan api, rayap, dan high secured. Penyimpanan dengan dossier box, bukan amplop," kata dia.





Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026