Logo Header Antaranews Manado

Tersingkir di All England, Putri: Sulit lewati pemain empat besar dunia

Sabtu, 7 Maret 2026 00:03 WIB
Image Print
Tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardani saat melawan unggulan pertama asal Korea Selatan An Se Young pada perempat final All England Open 2026 di Utilita Arena Birmingham, Jumat (6/3/2026). Putri KW kalah dua gim langsung 11-21, 14-21. (ANTARA/HO-PBSI)

Jakarta (ANTARA) - Tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardani mengakui masih kesulitan menembus dominasi pemain papan atas dunia setelah langkahnya terhenti pada perempat final All England Open 2026.

Putri harus mengakui keunggulan unggulan pertama asal Korea Selatan An Se Young setelah kalah dua gim langsung 11-21, 14-21 pada pertandingan di Utilita Arena Birmingham, Jumat.

“Masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki kalau untuk melawan top empat. Menurut saya yang masih belum bisa dilewati adalah mereka di empat besar,” kata Putri dalam keterangan resmi PP PBSI seusai pertandingan.

Pemain yang kini menempati peringkat keenam dunia itu mengungkapkan faktor konsistensi dan ketahanan berpikir di lapangan menjadi tantangan utama ketika menghadapi pemain peringkat teratas dunia.

Menurut dia, dalam pertandingan melawan An Se Young, ia kerap kehilangan momentum setelah sempat meraih beberapa poin beruntun. Ini juga menjadi kekalahan kesembilan Putri KW sepanjang pertemuan dengan pemain terbaik dunia tersebut.

“Tadi benar-benar dari konsistensi sama berpikir di lapangannya harus kuat. Saya belum berhasil melakukan itu, jadi bisa dapat dua sampai tiga poin lalu hilang banyak sekali,” ujarnya.

Putri juga mengakui belum menemukan kembali cara efektif untuk menekan permainan An Se Young, berbeda dengan pertemuan mereka sebelumnya di BWF World Tour Finals 2025 ketika ia mampu memberikan perlawanan lebih sengit.

“Di dua pertemuan terakhir perlawanan saya belum seperti saat di World Tour Finals 2025. Kami sudah sering bertemu dan pasti saling belajar kelebihan dan kelemahan masing-masing,” kata Putri.

Meski harus terhenti di babak delapan besar, Putri mengatakan pencapaiannya di turnamen bulu tangkis tertua di dunia itu menjadi pengalaman berharga untuk meningkatkan level permainannya.

Ia mengatakan banyak belajar dari cara bermain An Se Young yang tidak hanya menyerang, tetapi juga mampu memancing kesalahan lawan.

“Pengalaman sangat baik bisa sampai di perempat final All England ini. Saya belajar dari pemain nomor satu dunia bagaimana cara berpikir dan menjaga konsistensi di lapangan,” ujar Putri.

“Cara bermainnya bukan hanya mematikan lawan, tapi juga bisa membuat lawan mati sendiri,” ia menambahkan.




Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026