Logo Header Antaranews Manado

Khamenei wafat, Iran bentuk badan pemerintahan sementara

Kamis, 5 Maret 2026 19:10 WIB
Image Print
Warga berdoa untuk mendiang pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Kediaman Duta Besar Iran, Jakarta, Kamis (5/3/2026). Kedutaan Besar Republik Islam Iran menggelar doa bersama untuk mengenang gugurnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei beserta warga sipil sekaligus melakukan penandatanganan petisi yang mengecam agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam Iran. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/agr (ANTARA FOTO/SULTHONY HASANUDDIN)

Washington (ANTARA) - Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Majid Takht-Ravanchi, pada Kamis menyatakan bahwa sebuah badan pemerintahan sementara beranggotakan tiga orang telah dibentuk untuk memimpin negara, menyusul wafatnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, hingga pemimpin baru terpilih.

"Sebuah badan baru telah dibentuk yang terdiri dari tiga orang. Jadi mereka akan bertanggung jawab sampai pemimpin baru terpilih. Mereka sedang bekerja untuk mempersiapkan landasan bagi pemilihan pemimpin baru," kata Takht-Ravanchi kepada wartawan.

Awal pekan ini, anggota Majelis Pakar Iran, Mohsen Qomi, yang bertugas memilih pemimpin negara, mengatakan bahwa proses pemilihan pemimpin tertinggi baru sedang berlangsung.

Mahmoud Rajabi, anggota presidium badan negara, mengatakan pada 4 Maret bahwa informasi final mengenai hasil pemilihan tersebut akan diumumkan oleh sekretariat Majelis Pakar.

Sementara itu, AS tengah mempertimbangkan operasi militer terhadap Iran yang dapat berlangsung setidaknya 100 hari atau hingga September, surat kabar Politico melaporkan.

Pada Rabu (4/3), Menteri Perang AS Pete Hegseth kembali merevisi jadwal operasi militer terhadap Iran menjadi delapan pekan dari sebelumnya empat hingga lima pekan.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menetapkan tenggat waktu empat hingga lima minggu untuk menyelesaikan serangan terhadap Iran, jika diperlukan.

Komando Pusat AS (CENTCOM) meminta tambahan perwira intelijen militer ke markas besarnya di Tampa, Florida, untuk mendukung operasi terkait Iran, sebut surat kabar itu yang mengutip dokumen internal Pentagon (Departemen Perang AS).

Sumber: Sputnik/RIA Novosti



Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026