
Lima remaja Sulut diharapkan jadi tutor untuk bentuk Generasi Emas

Manado (ANTARA) - Lima remaja asal Sulawesi Utara (Sulut) diharapkan menjadi tutor sebaya membentuk Generasi Emas setelah lolos seleksi Akademi Keluarga Indonesia 2025.
"Akademi Keluarga Indonesia 2025, sebuah program nasional yang digagas oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)," sebut Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sulawesi Utara Jeanny Y Winokan di Manado, Jumat.
Jeanny menyebutkan kelima remaja tersebut yaitu Ahyana Ramadhania Putri Budjang Kirania Fauzia Rahmat, dan Fahri Putra Koeswanto (MA Negeri 1 Kota Kotamobagu), serta Nifal Ezra Orlando Loho dan Eliana Fauzia Sigar (SMA Negeri 1 Ratahan).
Peluncuran resmi Akademi Keluarga Indonesia, kata Jeanny, digelar di kantor Kemendukbangga, Jakarta, dan dihadiri oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi.
Dia mengatakan sebagai angkatan pertama akademi tersebut ada sebanyak 167 remaja dari 38 provinsi, termasuk dari Provinsi Sulawesi Utara, yang mengikuti rangkaian pembekalan.
Selain mendapatkan materi mengenai literasi digital, kesehatan mental, kedisiplinan, serta nilai-nilai keluarga sebagai fondasi kehidupan, para peserta juga menerima dukungan tabungan pendidikan dari BNI.
"Kehadiran lima remaja Sulawesi Utara dalam program ini menjadi bukti nyata bahwa daerah ikut berkontribusi aktif dalam menyiapkan generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan," ujar Jeanny.
Pada saat peluncuran Akademi Keluarga Indonesia 2025 tersebut, lanjut dia, Mendukbangga Wihaji optimistis mampu melahirkan generasi muda yang cerdas, berintegritas, dan berdaya juang tinggi, sehingga siap menyongsong bonus demografi serta membawa Indonesia menuju emas 2045.
Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor:
Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
