Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menyatakan rasa syukur karena Indonesia telah dinaungi masa yang damai selama puluhan tahun berkat kepemimpinan presiden-presiden sebelumnya.
"Kita bersyukur bahwa cukup lama berkat kepemimpinan presiden-presiden kita terdahulu, bangsa kita relatif mengalami berapa puluh tahun masa relatif damai," ujar Presiden saat peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di SDN Cimahpar 5, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat.
Presiden mengatakan meskipun pernah menghadapi berbagai krisis dan adanya gerakan separatis, secara garis besar bangsa Indonesia tidak mengalami perang besar selama lebih dari 60 tahun.
Prabowo membandingkan situasi Indonesia dengan negara-negara Eropa, tempat lahirnya demokrasi, yang kini menghadapi perang besar.
Di Timur Tengah, kata Presiden, konflik terus terjadi di Palestina, Suriah, Libanon, Irak, Yaman, Libya, dan Sudan. Begitu pula di Afrika seperti Eritrea, Somalia, Chad, dan Mali, di mana perang seakan tak pernah berhenti.
Kepala Negara menegaskan bahwa masa damai bukanlah sesuatu yang jatuh dari langit, melainkan hasil upaya pemimpin dan pemerintah dalam menjaga keselamatan rakyat.
Oleh karena itu, Prabowo mengajak seluruh unsur bangsa untuk memanfaatkan masa damai ini dengan membangun negeri secara cerdas, bijaksana, dan penuh kejujuran demi masa depan anak cucu.
"Dalam masa damai ini marilah kita semua unsur bangsa, marilah kita gunakan kesempatan ini untuk membangun negeri dengan kecerdasan, dengan kearifan, dengan hati yang bersih, dengan kejujuran sehingga kita bisa membangun masa depan anak-anak dan cucu-cucu kita," kata Presiden.
Hari Pendidikan Nasional diperingati setiap tanggal 2 Mei bertepatan dengan hari lahirnya Ki Hajar Dewantara, pahlawan nasional yang juga dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional.
Peringatan Hardiknas 2025 tersebut dihadiri perwakilan guru dan perwakilan murid-murid dari SDN Cimahpar 5 Bogor, serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.
Di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo, Wamendagri Ribka Haluk, Kepala Staf Kepresidenan AM Putranto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

