Logo Header Antaranews Manado

Bambang Soesatyo: Presiden Prabowo tokoh pemersatu

Minggu, 15 Februari 2026 19:57 WIB
Image Print
Anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo (ketiga kanan) saat foto bersama dalam acara peluncuran buku "Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung" di Jakarta, Minggu (15/2/2026). ANTARA/Muhammad Rizki

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Bambang Soesatyo menyebut Presiden Prabowo Subianto sebagai tokoh pemersatu dalam kepemimpinannya yang telah merangkul lawan politik.

"Pak Prabowo itu sesuai antara ucapan dan tindakan, maka lahirlah buku ini, 'Politik Akal Sehat', refleksi tentang kepemimpinan yang mempersatukan, merangkul dan menjembatani karena sejujurnya politik itu adalah sesuatu yang harus terus-menerus dirawat. Kegagalan selama memimpin bukan karena banyaknya perbedaan, tetapi bagaimana kemampuannya untuk mempersatukan perbedaan yang ada," kata Bamsoet, sapaan akrabnya, dalam pidato sambutan peluncuran buku di Jakarta, Minggu.

Bamsoet memberikan contoh kepemimpinan Presiden Prabowo yang berhasil merangkul lawan politik melalui pemberian abolisi kepada mantan Menteri Perdagangan Tom Lembong dan amnesti kepada Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto.

"Kita lihat di sana itu agak aneh, ketika lawan-lawan beliau, dirasa tidak perlu disebut nama-namanya, yang pernah mencap beliau, tiba-tiba dirangkul, tiba-tiba dikasih posisi," ujarnya.

Bamsoet mengatakan dalam peta politik nasional, kedua tokoh tersebut menjadi lawan politik dan berseberangan dengan Prabowo saat Pemilihan Presiden 2024.

Keduanya, kata Bamsoet, diberikan pengampunan saat terjerat kasus korupsi, yakni Tom Lembong diberikan abolisi dan Hasto diampuni dengan amnesti.

"Siapa yang gak kenal juga, misalnya Tom Lembong, Hasto, itu adalah orang-orang yang berseberangan ketika pilpres. Orang-orang inti di capres-capres yang berlawanan dengan Pak Prabowo, tetapi tiba-tiba kita dihentak oleh suatu kebijakan, keputusan yang bagi sebagian besar orang, 'ini apa maksudnya?', Tom Lembong dengan abolisi, Hasto, amnesti," ujarnya.

Menurut Bamsoet, langkah Prabowo tersebut memberikan kepastian terhadap penegakan hukum di Indonesia.

"Kita dengar Indonesia tidak memiliki, dicap tidak memiliki kepastian hukum dan banyak lagi. Nah, justru hari ini beliau lagi menata, memberatkan fondasi untuk penegakan hukum dan kepastian," ucapnya.




Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026