Logo Header Antaranews Manado

Perjuangkan mega proyek Rp35 triliun

Senin, 2 Februari 2015 10:33 WIB
Image Print
Pertemuan High Level Economic Dialog RRT-RI, Delegasi dari Indonesia dipimpin oleh Menko Perekonomian Sofian Djalil, didampingi Menteri Perindustrian Saleh Husin, Gub Sulut, Dubes RI untuk RRT Sugeng Rahardjo dan Para Pejabat Eselon 1 dari Kementeria
"Anggaran sebesar itu akan dialokasikan untuk membiayai jalan tol Manado-Bitung, Bandara Sam Ratulangi, Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Bitung serta proyek konstruksi lainnya," kata Gubernur.

Manado,(ANTARA Sulut) - Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang dalam kunjungan ke Tiongkok bersama rombongan Kementerian Ekonomi dan Perdagangan memerjuangkan investasi mega proyek di daerah ini akan menyentuh nilai Rp35 triliun.

"Anggaran sebesar itu akan dialokasikan untuk membiayai jalan tol Manado-Bitung, Bandara Sam Ratulangi, Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Bitung serta proyek konstruksi lainnya," kata Gubernur di Manado.

Gubernur menambahkan pemerintah Tiongkok bersedia menanamkan investasinya setelah lawatan tersebut, apalagi saat itu ditanda tangani nota kesepahaman dengan CCCC (China Communication Construction Company Limited) untuk kerja sama pengembangan infrastruktur kawasan industri.
"Pemerintah Tiongkok membuka ruang investasi di Sulut, dan pemerintah daerah pasti akan menyambut peluang tersebut dengan memberikan ruang dan kemudahan bagi investor untuk menanamkan investasinya," kata dia.
Mantan Irjen Depdagri tersebut menambahkan pembangunan infrastruktur pendukung jalan tol Manado-Bitung, perluasan dan penambahan panjang landas pacu bandara internasional Sam Ratulangi serta KEK Bitung ditujukan untuk membuka pintu menuju kawasan Asia Timur dan Pasifik.
Sulut kata dia, memiliki cita-cita menjadikan salah satu pintu di kawasan timur Indonesia menuju Asia Pasifik yang secara perlahan bergerak menjadi poros ekonomi dunia, termasuk Tiongkok.
"Saya optimistis pembangunan mega proyek ini akan dimulai tahun ini. Seperti jalan tol, secara bersama-sama akan ditender untuk konstruksinya sambil dilakukan pembebasan lahan," katanya.
Gubernur Sarundajang mendapat tugas khusus (special envoy) ikut bersama dengan Menteri Koordinator Perekonomian Sofian Djalil dan Menteri Perindustrian Saleh Husin mengadakan misi pengembangan kerjasama bidang ekonomi dengan pemerintah Tiongkok sejak beberapa hari lalu.***adv***



Pewarta :
Editor: Guido Merung
COPYRIGHT © ANTARA 2026