Logo Header Antaranews Manado

Kayu Manis Sulut Siap Ekspor

Selasa, 14 Oktober 2014 17:15 WIB
Image Print
Olvie Atteng (1)
Komoditas kayu manis asal Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sudah siap diekspor atau masuk pasar internasional.

Manado, 14/10 (AntaraSulut) - Komoditas kayu manis asal Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sudah siap diekspor atau masuk pasar internasional.

"Sudah ada pengekspor yang mendaftarkan perusahaannya di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, untuk mengurus Surat Keterangan Asal (SKA) ekspor rempah-rempah seperti kayu manis," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut Olvie Atteng di Manado, Selasa.

Olvie mengatakan, munculnya rempah-rempah seperti kayu manis, akan menambah produk ekspor Sulut ke berbagai negara.

Memang, katanya, beberapa waktu lalu komoditas ini dibawa dalam ajang China Expo, berarti ada tindak lanjut dari promosi yang dilakukan pemerintah.

"Pemerintah berharap, pameran yang diikuti akan memberikan hasil seperti ini," jelasnya.

Ke depan, katanya, akan terus memfasilitasi para pengekspor agar mendapatkan tujuan ekspor lebih banyak, baik di Asia, Eropa, Afrika dan Amerika.

Secara nasional, Indonesia masih menjadi produsen dan pengekspor utama kayu manis dengan pangsa pasar 25 persen.

Saat ini belum banyak industri yang memberi nilai tambah dari kayu manis (cassiavera), sehingga Indonesia hanya mengekspor bahan mentah, akibatnya, menurut dia, pengimpor bisa menekan harga.

Bahan rempah ini antara lain digunakan sebagai campuran makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik, dan aroma terapi.

Ekspor kayu manis Indonesia sebagian besar (95 persen) dalam bentuk gulungan dan broken, sedangkan dalam bentuk powder masih sangat sedikit.

Negara tujuan ekspor utama Indonesia dalam bentuk gulungan adalah Amerika Serikat (41 persen) sedangkan dalam bentuk broken adalah Singapura (53 persen).

Selain Indonesia, kayu manis juga dihasilkan oleh Sri Lanka, Tiongkok, Vietnam, dan India, bahkan Hongkong bisa mengekspor olahan dengan harga tinggi.***2***



Pewarta :
Editor: Guido Merung
COPYRIGHT © ANTARA 2026