Logo Header Antaranews Manado

Sulut persiapkan IKM pendukung KEK Bitung

Minggu, 25 Mei 2014 15:38 WIB
Image Print
Bimtek ekspor di Manado (1)
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mempersiapkan Industri Kecil Menengah (IKM) guna mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung.

Manado, 24/5 (AntaraSulut) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mempersiapkan Industri Kecil Menengah (IKM) guna mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung.

"Saat ini kami tengah mempersiapkan industri kecil untuk mampu mendukung KEK Bitung," kata Kepala Bidang Fasilitasi Pengembangan IKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut Alwy Pontoh di Manado, Sabtu.

Kata Alwy, dalam KEK nanti memang akan ada industri besar di dalamnya, namun IKM yang berada di sekitarnya akan turut terlibat.

Alwy mengatakan, pihaknya akan senantiasa berupaya membekali semua IKM yang ada di daerah ini.

"Kami berusaha terus memfasilitasi agar lebih berkembang lagi, dengan memberikan pelatihan dan pembinaan," katanya.

Guna mencapai target tersebut, Disperindag akan melakukan pendampingan dan pelatihan ekstra, baik dalam manajemen pengolahan, pengemasan, maupun pemasaran.

"Kami akan membantu semua IKM yang ada, yakni IKM baik pangan, sandang, kimia dan bahan bangunan, logam dan elektronik serta kerajinan," jelasnya.

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung akan segera beroperasi karena tinggal menunggu Peraturan Pemerintah (PP).

"Semua berkas sudah ditandatangani, tinggal menunggu pengesahan Presiden RI dalam bentuk Peraturan Pemerintah (PP)," katanya.

Katanya, saat ini sejumlah persyaratan administrasinya sudah rampung. Bahkan, beberapa menteri terkait seperti Menteri Dalam Negeri, Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan telah menandatangani proses pembentukan KEK tersebut.

"Sekali lagi tinggal menunggu surat PP. Para menteri terkait sudah tanda tangan proses administrasinya untuk mensahkannya kemudian akan dikeluarkan Keputusan Presiden (Kepres)," katanya.

Tim Kelompok Kerja (Pokja) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung Propinsi Sulut Dr Kepel mengatakan dengan hadirnya KEK di Sulut, maka otomatis kegiatan di daerah ini akan meningkat pesat, termasuk sektor riil.

"Sarana pendukung Kawasan Ekonomi Khusus di Sulut sudah mulai dibenahi, seperti bandar udara dan pelabuhan laut bahkan infrastruktur lainnya," kata Kepel.***2***



Pewarta :
Editor: Guido Merung
COPYRIGHT © ANTARA 2026