Tomohon (ANTARA) -
Wakil Wali Kota Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut), Wenny Lumentut mengatakan, pemerintah daerah berkomitmen penuh menurunkan angka stunting (tengkes) di daerah tersebut.
"Para pihak yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Tomohon terus berkoordinasi agar angka stunting semakin berkurang," sebut Wawali Wenny Lumentut di Tomohon, Senin.
Lumentut yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Tomohon mengatakan, menurunkan angka tengkes butuh sinergitas semua pemangku kepentingan terkait.
Dia optimistis apabila semua pemangku kepentingan terkait ikut bersinergi, program percepatan penurunan angka kekerdilan bisa berjalan terintegrasi, terpadu dan sinergi.
Tengkes menurut dia adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang.
Kondisi ini ditandai dengan panjang atau tinggi badan berada di bawah standar yang ditetapkan oleh kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan.
"Pemerintah kota berkomitmen untuk melakukan upaya percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Kota Tomohon," katanya.
Berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2021, prevalensi penyakit tersebut di Sulawesi Utara berada pada angka 21,6 persen.
Sementara di Kota Tomohon, angka prevalensi kekerdilan Kota Tomohon berdasarkan studi tersebut sebesar 18,3 persen.
Secara nasional, pemerintah pusat menargetkan angka prevalensi stunting di tahun 2024 sebesar 14 persen.