
Disdik Manado ingatkan sekolah ketat pengawasan siswa

Manado, (ANTARASulut) - Dinas Pendidikan (Disdik) Manado Sulawesi Utara mengingatkan, seluruh sekolah mengawasi ketat para siswa selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.
"Kami menyampaikan hal tersebut karena adanya peristiwa yang terjadi di salah satu sekolah di Manado, yaitu SD Inpres Kaiwatu dimana ada polisi yang sampai masuk ke lembaga pendidikan menangkapi siswa," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Manado Corry Thendean, di Manado, Senin.
Corry mengatakan, insiden tersebut mengundang keprihatinan seharusnya jika memang tak masalah yang terjadi di sekolah, jangan sampai ada siswa yang dibawa polisi, karena itu ada kewenangan pihak sekolah.
"Kalau masih di sekolah, maka jangan sampai ada yang dibawa keluar sekolah meskipun hanya untuk memberikan pelajaran itu adalah tanggungjawab kepala sekolah," katanya.
Ia mengatakan, akan memberikan peringatan kepada kepala SD Inpres Kaiwatu Freddy Suuweng sekaligus menanyakan kenapa bisa terjadi peristiwa polisi masuk sekolah dan membawa anak-anak markas polisi apalagi sampai ditahan lama-lama.
Ia pun menegaskan penegakan aturan akan dilakukan kepada pihak sekolah tersebut karena lalai melakukan pengawasan sehingga menyebabkan terjadinya insiden tersebut.
Guru SD Inpres Kaiwatu J.Lengkong mengatakan peristiwa penangkapan siswa tersebut terjadi sangat cepat di sekolah sehingga mereka kaget karena tahu siswa dibawa.
Menurutnya, peristiwa tersebut tak diduga karena memang para siswa yang diduga melakuka kenakalan pencurian sudah diberikan pembinaan dan sanksi oleh pihak sekolah, namun pemilik kantin yang merasa dirugikan sudah memanggil polisi dan membuat para siswa dibawa ke markas polisi.
"Siswa kami ada sekitar lima orang yang dibawa, dan itupun baru ketahuan ketika hendak disuruh masuk kelas, ternyata sudah tidak ada, tetapi kami sudah melakukan penyelesaian masalah dan mereka bersekolah kembali," katanya.
Peristiwa dibawanya lima siswa SD Inpres Kaiwatu ke Markas polisi terjadi Senin 21 Oktober siang dan ditahan sampe malam baru dipulangkan, dengan tuduhan melakukan pencurian di kantin sekolah dan baru dipulangkan ke rumah malam harinya. Pemilik kantin Nety Syamsudin tidak memperpanjang masalah, namun orang tua siswa keberatan karena anak-anak diciduk saat jam belajar sedangkan pihak sekolah tak bisa berbuat apa-apa.
(guntur/@antarasulut.com)
Pewarta : Oleh Joyce Bukarakombang
Editor:
Guntur Bilulu
COPYRIGHT © ANTARA 2026
