Logo Header Antaranews Manado

Surplus neraca perdagangan Sulut meningkat 37,5 persen

Rabu, 6 Februari 2013 19:14 WIB
Image Print
Ilustrasi - Obral pakaian jadi (Foto ANTARA) (.)
Tahun 2012, neraca perdagangan Sulut mencapai 831,9 juta dolar AS, meningkat 37,5 persen dibandingkan tahun 2011 yang ketika itu baru sebesar 605,1 juta dolar AS," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Dantes Simbolon di Manado, Kamis.

Manado, (Antarasulut) - Surplus neraca perdagangan Sulawesi Utara (Sulut) dengan negara luar negeri meningkat 37,5 persen tahun 2012 dibandingkan tahun sebelumnya.

"Tahun 2012, neraca perdagangan Sulut mencapai 831,9 juta dolar AS, meningkat 37,5 persen dibandingkan tahun 2011 yang ketika itu baru sebesar 605,1 juta dolar AS," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Dantes Simbolon di Manado, Kamis.

Dantes mengungkapkan, peningkatan neraca perdagangan tersebut, karena nilai ekspor mengalami pertumbuhan 27,3 persen, sedangkan impor justru mengalami penurunan 15,4 persen.

"Ekspor Sulut tahun 2012 tercatat 954,1 juta dolar AS lebih tinggi dibandingkan tahun 2011 hanya 749,5 juta dolar AS, sedangkan impor dari 144,4 juta dolar AS tahun 2011 menjadi hanya 122,2 juta dolar AS tahun 2012," kata dia.

Pertumbuhan ekspor tersebut, ujar Dantes, terutama karena permintaan komoditas unggulan daerah ini yang terus meningkat, terutama minyak kelapa.

"Minyak kelapa atau crude coconut oil menjadi komoditas yang semakin diminati negara di kawasan Eropa, Asia, Afrika hingga Amerika," kata dia lagi.

Melihat permintaan komoditas unggulan Sulut yang semakin tinggi tahun ke tahun, Dantes optimistis neraca perdagangan daerah ini akan terus mengalami surplus hingga beberapa tahun ke depan.

Negara yang potensial memberi kontribusi peningkatan surplus neraca perdagangan di antaranya Belanda, Amerika Serikat, dan beberapa negara lain yang lebih banyak realisasi ekspor ketimbang impor.
(guntur/@antarasulutcom)



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026