
Sulut bebas ASF, permintaan daging babi meningkat

Manado (ANTARA) - Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bebas penyakit demam afrika(African Swine Flu (ASF) pada hewan babi, membuat permintaan daging babi dari daerah tersebut alami peningkatan.
"Permintaan pasokan daging babi asal Provinsi Sulawesi Utara (Sulut berstatus bebas ASF karena itu permintaan dari daerah lain meningkat," kata Kepala Karantina Pertanian Manado Kementerian Pertanian, Donni Muksydayan Saragih, di Manado, Rabu.
Dia mengatakan dari data lalu lintas produk pertanian, IQFAST Barantan di Karantina Pertanian Manado menunjukkan pengiriman komoditas ini ke berbagai provinsi, termasuk hotel, restoran dan pabrik olahan yang menyajikan menu untuk kelompok masyarakat khusus di ibukota, DKI Jakarta.
Sebanyak 104 ton daging babi telah diantar pulaukan sejak awal tahun 2022, atau meningkat tiga kali lipat dibandingkan periode sama tahun lalu yang hanya 34 ton saja.
"Dari data kami, DKI Jakarta masih menjadi tujuan utama untuk daging babi asal Sulut," kata Donni.
Menurut Donni, dengan status masih bebas ASF di wilayah kerjanya memberi dampak yang signifikan terhadap peningkatan lalu lintas terhadap komoditas ini. Tentunya menjadi tantangan bersama untuk mempertahankan status ini, tambahnya.
"Selain melakukan pengetatan pengawasan, bersama dengan dinas terkait kami pun gencar lakukan sosialisasi pencegahan ASF, apalagi ternak babi merupakan salah satu komoditas peternakan unggulan di Sulut," jelas Donni.
Ketua Asosiasi Peternak Babi Sulut, Gilbert Wantalangi mengatakan pihaknya berharap bantuan semua pihak termasuk masyarakat untuk dapat mempertahankan status bebas ASF di Sulut, agar ia dan para peternak dapat juga berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi di masa pandemi.
Sebelumnya, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Kementan, Bambang menyebutkan wabah ASF di beberapa wilayah telah dilakukan penanggulangan bersama dengan instansi terkait.
Sementara itu, pihaknya telah menerapkan sistem pencegahan masuknya ASF dari wilayah wabah melalui Mitigasi Risiko Virus African Swine Fever (ASF), Classical Swine Fever (CSF) dan Swine Flu (Influenza A). Dimana setiap unit pelaksana teknis (UPT) di lingkup Barantan wajib melakukan monitoring Influenza A pada babi yang dilalulintaskan di seluruh Indonesia.
"Ke depan, kita perkuat sinergi para pelaku usaha, peternak maupun pemerintah dalam upaya pencegahan masuknya ASF terutama di pintu-pintu pemasukan seperti pelabuhan dan bandara," pungkas Bambang.
Pewarta : Nancy Lynda Tigauw
Editor:
Guido Merung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
