
Kapolda : 2012 kriminalitas di Sulut menurun

"Sedangkan tahun 2012 sebanyak 10.215 kasus, turun sekitar 2.272 kasus atau sekitar 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya," kata Atotoy pada evaluasi Kamtibmas di Sulut selama 2012.
Manado, (Antara Sulut) - Gangguan Kamtibmas dengan terjadinya tindak kriminalitas di Provinsi Sulawesi Utara selang tahun 2012 mengalami penurunan sekitar 18 persen dibandingkan tahun 2011.
Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Sulut), Brigjen Pol Dicky Atotoy di Manado Senin, mengatakan, gangguan Kamtibmas pada tahun 2011 sebanyak 12.487 kasus.
"Sedangkan tahun 2012 sebanyak 10.215 kasus, turun sekitar 2.272 kasus atau sekitar 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya," kata Atotoy pada evaluasi Kamtibmas di Sulut selama 2012.
Dicky Atotoy mengatakan, berdasarkan jenis kejahatan, gangguan Kamtibmas tertinggi pada kejahatan konvensional.
Kejahatan konvensional tersebut meliputi sebelas jenis kejahatan diantaranya penganiayaan, pencurian, penipuan, penggelapan, pengancaman, pengrusakan, pencurian kendaraan bermotor, pemerkosaan atau cabul, penculikan dan pembunuhan.
"Hampir semua kasus kejadian konvensional tersebut dipengaruhi oleh minuman keras. Pada kejahatan kovensional ini masih didominasi kasus penganiayaan," katanya.
Atotoy mengatakan, dari evaluasi dilakukan, dari tingkat kerawanan perwilayah pada jajaran Polda Sulut tahun 2012, masih sama dengan tahun 2011, yakni Polresta Manado, Polres Bolaang Mongondow dan Polres Bitung.
Tingginya Kota Manado, karena Manado sebagai ibukota Provinsi Sulut merupakan pusat segala macam kegiatan.
Baik Manado sebagai pusat pemerintahan, pusat perbelanjaan, pusat hiburan serta aktivitas segala macam kegiatan masyarakat Sulut.
"Sedangkan Polres Bolaang Mongondow, karena wilayah tersebut terluas dengan satu kota dan empat kabupaten, dibandingkan Polres lainnya," katanya.
Terkait dengan turunnya tindak kriminalitas dibandingkan tahun sebelumnya, Atotoy mengatakan,
hal ini terjadi antara lain berkat peran serta masyarakat di wilayah tersebut.
"Kondisi ini terjadi bukan hanya kerja keras polisi tetapi juga kontribusi masyarakat secara umum. Berharap masyarakat dapat mempertahankannya," katanya.
Dia mengatakan, terjadinya penurunan itu juga , dipengaruhi dengan program dari kepolisian dalam upaya pencegahan terjadinya kejahatan.
Program itu diantaranya "brenti jo bagate" atau gerakan anti mabuk, patroli rayon, "mapalus Kamtibmas. @antarasulutcom
Pewarta : Jorie Darondo
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
