
Harga gula di Manado naik hingga 10 persen

Kebutuhan gula akan meningkat menjelang hari besar keagamaan seperti Natal dan Tahun Baru, Idul Fitri, serta hari pengucapan syukur atas berkat yang diterima yang merupakan agenda di sejumlah gereja di Minahasa dan Manado
Manado, (Antara Sulut) - Harga gula di Kota Manado, Sulawesi Utara(Sulut) mengalami kenaikan hingga 10 persen, sejak pekan terakhir akibat berkurangnya stok di pasaran.
"Stok di pasaran berkurang, karena gula rafinasi yang sebelumnya menjadi penyangga ketahanan stok, sudah habis sama sekali, akibatnya harga gula naik di kisaran Rp12.500 hingga Rp13.000 dari sebelumnya hanya Rp11.500 per Kg," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan(Disperindag) Sulut, Sanny Parengkuan di Manado, Sabtu.
Sanny mengatakan, gula yang beredar di pasaran Manado saat ini, merupakan produksi pabrik lokal, serta sebagian gula kristal impor, sementara gula rafinasi yang justru banyak dicari pembeli, sudah tidak ditemukan beredar, karena stok kosong sama sekali.
"Produksi pabrik gula dalam negeri, tidak banyak yang masuk, karena saat ini belum masa panen tebu, demikian juga gula kristal impor hanya tersisa stok tahun lalu," kata Sanny.
Naiknya harga gula di pasaran membuat ibu rumah tangga mulai kewalahan, karena gula merupakan salah satu bahan kebutuhan utama masyarakat setiap hari.
"Pemerintah supaya mengambil langkah, menjaga jangan sampai harga gula terus mengalami kenaikan, karena ini jelas sangat memberatkan," kata ibu rumah tangga di Manado, Anita.
Berdasarkan data Disperindag Sulut, kebutuhan gula masyarakat Sulut berkisar 3.500 hingga 5.000 ton setiap bulan.
Kebutuhan gula akan meningkat menjelang hari besar keagamaan seperti Natal dan Tahun Baru, Idul Fitri, serta hari pengucapan syukur atas berkat yang diterima yang merupakan agenda di sejumlah gereja di Minahasa dan Manado
(guntur/A@antarasulutcom/T.G004/C/M031/M031) 16-06-2012 16:57:19
Pewarta : Guido Merung
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
