
Suasana Pesta Masih Mewarnai Desa DI Sulut

Masyarakat memanfaatkan momentum tahun baru dengan saling mengunjungi bersilahturahmi antar masyarakat satu dengan lainnya," kata Maxi Kaunang, tokoh masyarakat di Kecamatan Tombulu, Minahasa, Senin
Manado, (Antara Sulut) - Suasana pesta masih mewarnai sebagian besar desa-desa di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada hari kedua tahun baru 2 Januari 2012.
"Masyarakat memanfaatkan momentum tahun baru dengan saling mengunjungi bersilahturahmi antar masyarakat satu dengan lainnya," kata Maxi Kaunang, tokoh masyarakat di Kecamatan Tombulu, Minahasa, Senin.
Bagi masyarakat desa di Kabupaten Minahasa, kata Maxi, hari kedua tahun baru masih dirayakan sama dengan hari pertama 1 Januari 2012, karena itu masyarakat saling mengunjungi memberi ucapan selamat tahun baru.
Suasana tersebut diperkirakan akan lebih ramai pada sore hingga malam hari dihari kedua tahun baru 2012 ini, saat itu masyarakat desa semakin banyak turun ke jalan berkunjung dari rumah ke rumah.
Sementara pada pagi hari, warga Kristiani memanfaatkan momentum Tahun Baru ini, dengan beribadah dan melaksanaan misa mohon berkat dan perlindungan Tuhan guna menapak tahun yang baru.
Perayaan sukacita tahun baru di beberapa desa baru akan ditutup pada pekan depan atau yang dikenal dengan istilah "kuncikan" di Minahasa.
Johnson, warga Minahasa Utara(Minut) mengatakan, tutup perayaan tahun baru di kabupaten tersebut akan berlangsung selama sebulan penuh.
"Sudah menjadi kebiasaan warga di Kabupaten Minut, melaksanakan pesta tahun baru setiap pekan selama bulan Januari dan berakhir pada Minggu terakhir di bulan pertama tahun 2012," kata Johnson.
Banyaknya warga Kota Manado yang turun merayakan tahun baru di desa-desa asal mereka, membuat Manado tampak sepi, jalan utama hanya dilalui sedikti kendaraan, begitu juga pusat perdagangan terlihat lengang.**5** (Guntur) @antara_manado.com
Pewarta : GUIDO MERUNG
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
