Logo Header Antaranews Manado

Gempak Demo Kantor Wali kota dan DPRD Manado

Kamis, 3 Juni 2010 15:35 WIB
Image Print
Foto : Sekretaris Daerah Kota Manado, Vicky Lumentut

Manado, (Antara News) - Sebanyak 250 massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (Gempak) melakukan unjuk rasa di kantor Wali kota dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manado, selama empat jam, Kamis (3/6).

Para pengunjuk rasa menuntut penuntasan kasus korupsi yang terjadi di Manado, selama kurun waktu tiga tahun terakhir, serta politisasi birokrasi yang diduga dilakukan untuk memenangkan salah satu bakal calon kepala daerah di Manado.

"Tuntaskan kasus bantuan sosial, penyimpangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Manado 2006-2007, Rumah susun sewa sederhana (Rusunawa) diusut tuntas, jangan hanya mengorbankan satu orang saja," kata koordinator pengunjuk rasa, John Pade.

Pade bersama sejumlah mahasiswa juga menyampaikan dugaan bahwa ada pergantian kepala lingkungan yang dilakukan untuk memenangkan salah satu pasangan bakal calon dalam Pilkada nanti.

Anggota DPRD Kota Manado, Amir Liputo bersama Benny Parasan, Lily Binti dan Ferdinan Lambey mengatakan politisasi birokrasi itu biasa, karena memang menjelang Pilkada suhu politik selalu naik.

Sedangkan mengenai tuntutan penuntasan kasus korupsi sedang dilakukan, karena sekarang semuanya sedang ditangani oleh pihak yang berwenang.

Sekretaris Daerah Kota Manado (Sekdakot) Manado, Vicky Lumentut yang juga salah satu bakal calon wali kota Manado balik bertanya, yang mana dari kasus APBD 2006-2007 yang belum tuntas, padahal sudah ada keputusan dengan kekuatan hukum tetap hingga MK, sehingga dia enggan berpolemik.

"Untuk kasus lainnya sekarang sedang ditangani oleh aparat penegak hukum baik polisi, kejaksaan hingga pengadilan, jadi tak ada yang perlu kami klarifikasi biarlah nanti pengadilan yang memutuskan," tegas Lumentut.



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026