Logo Header Antaranews Manado

Pegadaian Manado Tawarkan 238 Kg Emas Murni

Kamis, 20 Mei 2010 07:21 WIB
Image Print

Manado, (Antara News) - Perum Pegadaian Wilayah VI Manado menyiapkan 238 kilogram (Kg) emas logam mulia batangan 24 karat guna ditawarkan sebagai investasi bagi masyarakat.

"Triwulan pertama tahun 2010 sudah terjual 3,3 kilogram senilai Rp1,2 miliar, dan hingga akhir tahun disiapkan sebanyak 238 kilogram (Kg)," kata Pemimpin Perum Pegadaian Wilayah VI Manado, Halomoan Lumban Gaol di Manado, Kamis.

Masyarakat yang ingin mendapatkan emas murni batangan tersebut, kata Halomoan, bisa secara mencicil dengan dikenakan bunga satu persen per bulan, tetapi bisa juga membeli tunai.

"Jangka waktu mengangsur sesuai keinginan masyarakat, dengan dikenakan bunga secara flat satu persen per bulan dan uang muka," kata Halomoan.

Emas batangan yang disiapkan Pegadaian nominal terkecil 5 gram, dengan harga jual berdasarkan harga pasar saat pembelian.

"Artinya bila kemudian harga jual emas naik berarti keuntungan bagi masyarakat pembeli, sebaliknya resiko bila harga emas turun, hanya kemungkinan turun sangat kecil, sebab tren emas justru terus meningkat," kata Halomoan.

Halomoan mengatakan, investasi dalam logam mulia, merupakan tawaran yang menguntungkan bagi masyarakat, sebab dapat menikmati keuntungan jauh lebih besar ketimbang menyimpan uang dalam bentuk lainnya.

"Tren harga emas meningkat terus, tahun lalu harganya hanya Rp210 ribu, tetapi siapa sangka harganya meningkat hingga Rp360 ribu April tahun 2010, dan selisih harga ini merupakan keuntungan bagi masyarakat selaku pembeli emas batangan," kata Halomoan.

Investasi pada logam mulia, kata Halomoan, multiguna karena tidak perlu bantuan orang lain dalam mengelola sudah dapat memperoleh untung hingga jutaan rupiah, dan ini sangat menarik sebagai persiapan masa tua.

Guna memudahkan masyarakat memperoleh logam batangan ini, kata Halomoan maka semua cabang Pegadaian sudah ditargetkan mampu menjual 1 Kg, sementara unit pelayanan cabang (UPC) 0,5 kilogram. (*)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026