
Tidak Benar Feri Trayek Hunimua-Waipirit Tenggelam

Ambon (ANTARA Sulsel) - Kadis Perhubungan dan Komunikasi Seram Bagian Barat (SBB), Provinsi Maluku, Irwan Patty membantah feri yang melayani trayek penyeberangan Hunimua, Pulau Ambon - Waipirit, Pulau Seram tenggelam pada 10 Januari 2010.
"KMP Cenderawasih memang diterpa gelombang tinggi dan angin kencang saat pelayaran Hunimua - Waipirit. Tapi tidak tenggelam sebagaimana isu berkembang sehingga membuat panik masyarakat di Maluku," katanya kepada ANTARA, di Ambon, Senin.
KMP Cenderawasih saat operasi pada Minggu sore (10/1) juga mengangkut penumpang diindikasikan melebihi kapasitas sehingga sempat oleng dan membuat panik para penumpang, selanjutnya menginformasikan kepada sanak keluarga, tapi diisukan tenggelam.
"Saya setelah mendengar kondisi laut tidak bersahabat langsung mengarahkan petugas ASDP di Waipirit agar tidak mengizinkan KMP Cenderawasih meneruskan pelayaran selanjutnya kembali ke Hunimua karena kondisi gelombang tinggi maupun angin kencang sehingga musibah laut diantisipasi," ujarnya.
Dia memastikan KMP trayek Hunimua - Waipirit pada Senin pagi (11/1) kembali beroperasi sebagaimana biasanya.
"Petugas ASDP, baik di Hunimua maupun Waipirit sudah diinstruksikan bila pada siang hari ternyata cuaca buruk, gelombang tinggi dan angin kencang, harus menegakkan ketentuan pelayaran, bahkan bila perlu tidak menerbitkan Surai Izin Berlayar (SIB)," kata Irwan.
Buruknya cuaca, gelombang tinggi dan angin kencang disertai hujan dengan guntur dan petir di Maluku telah diperingatkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara Pattimura Ambon sejak 3 Januari 2010.
Cuaca buruk
Perkiraan kondisi cuaca buruk ini dianalisis kemungkinan terjadi hingga 14 Januari 2010.
Berdasarkan analisis gelombang tinggi dibarengi tiupan angin kencang dengan kecepatan 40 Km per jam, peluang hujan dengan intensitas sedang hingga deras disertai guntur dan petir di wilayah Maluku Tenggara, Kepulauan Aru dan Kepulauan Tanimbar.
Jadi kondisi cuaca di perairan Maluku bagian Tenggara saat ini kurang baik bagi pelayaran tradisional hingga perintis , maka masyarakat jangan memaksakan kehendaknya untuk berlayar.
Kondisi cuaca di Pulau Buru, Pulau Seram, pulau Ambon dan Kepulauan Banda kemungkinan terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Tinggi gelombang di laut Banda, laut Seram dan laut Maluku berkisar 2 - 3,5 meter.
Sebagian besar wilayah di Maluku terkena imbas konvergensi area sehingga cuaca berawan, peluang terjadi hujan disertai guntur dan petir sehingga mempengaruhi tinggi gelombang dua hingga empat meter.
BMKG Bandara Pattimura Ambon setiap hari secara intensif memantau perkembangan cuaca, angin dan gelombang, selanjutnya meneruskannya kepada pihak berkompeten guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya musibah laut , walau hingga saat ini belum ada peristiwa tersebut.
Memburuknya cuaca akibat hujan lebat disertai kabut tebal dan angin kencang sehingga Kapal motor penyeberangan (KMP) Lobster batal berangkat dari pelabuhan Kota Tual menuju Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru pada 8 Januari 2010 hingga Senin pagi (11/1).
(T.L005/A011)
