
Semen Menghilang Konsumen Bingung Cari Bahan Bangunan

Kendari (ANTARA Sulsel) - Semen sebagai salah satu kebutuhan bahan bangunan, sejak tiga pekan terakhir kosong di pasaran Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengakibatkan para konsumen cukup kebingungan.
"Kalaupun ada yang dijual di pasaran hanya satu hingga dua zak saja, dan harganya pun melambung hingga mencapai Rp75.000-Rp80.000/zak/50 kg," kata Guntur, salah seorang pengusaha rumah kontrakan di Kendari, Sabtu.
Menurut Guntur, usaha rumah sewa yang dibangun sejak dua bulan terakhir terpaksa dihentikan karena idak adanya stok semen di pasaran. Toko tempat membeli bahan bangunan selama ini, tidak lagi memiliki persediaan semen dalam jumlah yang cukup.
Tidak hanya semen, bahan bangunan lain seperti besi, paku beton dan tripleks juga disebutkan mulai menipis.
Roland, salah seorang pemilik toko bahan bangunan di bilangan Wua-Wua Kota Kendari, mengaku bahwa toko miliknyua telah kehabisan semen sejak sebulan terakhir, tepatnya pertengahan Desember 2009.
"Sudah hampir empat minggu toko saya mengalami kekosongan semen. Saya belum tahu kapan barangnya akan masuk lagi," katanya.
Hal senada diungkapkan pengusaha distributor semen di Kota Kendari. PT Buah Poleang menyatakan pihaknya sejak Desember 2009 telah kehabisan stok di gudang. Padahal, biasanya setiap bulan, perusahaan mendatangkan semen rata-rata 5.000 ton atau 100.000 zak ukuran 50 kg.
"Saya juga bingung, kok secepat itu semen menghilang di pasaran," kata Ny Salma seraya menambahkan, semen yang biasanya dibongkar di pelabuhan itu tidak lagi masuk ke gudang penampungan, tetapi langsung disalurkan ke beberapa toko yang ada di luar Kota Kendari.
Pemantauan di sejumlah toko bahan bangunan, semen yang banyak beredar di Sulawesi Tenggara selama ini hanya tiga jenis yakni semen Tonasa dan Bossowa produk dari Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Tiga Roda dari Jawa Tengah.
Ketiga produk perekat pasir dan batu untuk bangunan itu harganya hanya selisih antara Rp1.500-Rp2.000/zak. Bila semen Tonasa harganya Rp70.000/zak maka dua semen lainnya kadang dijual antara Rp68.000-Rp68.500/zak/50 kg.
Selain semen yang naik harganya akibat tidak adanya stok di pasaran, juga beberapa produk kebutuhan lainnya ikut naik seperti pasir dan batu gunung.
Harga pasir Pohara (kualitas terbaik) kini mencapai Rp500.000-Rp550.000/ret/3 kubik atau naik dibanding dengan bulan lalu yang hanya dijual Rp500.000/ret dan batu gunung Moramo juga mencapai Rp500.000-Rp.525.000/ret/tiga kubik
Kenaikan harga pasir dan batu gunung itu disebabkan karena musim hujan yang menyebabkan beberapa tempat pengolahan pasir tertutup banjir, serta jalan untuk masuknya kendaraan pengangkut kesulitan karena licin dan berlumpur.
(T.A056/P004)
