Bara Hasibuan sosialisasi pilar kebangsaan di Bitung
Rabu, 5 September 2018 21:21 WIB
Sosialisasi pilar kebangsaan di Kecamatan Girian, Bitung, Rabu sore. (jo) (1)
Bitung, (Antaranews Sulut) - Legislator Bara Krisna Hasibuan, Rabu sore, melakukan tugasnya sebagai anggota DPR-MPR RI yakni menyosialisasikan pilar kebangsaan, kepada warga Kecamatan Girian, Bitung, Sulawesi Utara.
"Indonesia didirikan para pendiri bangsa, yang berasal dari berbagai latarbelakang suku, agama dan golongan berbda, dengan satu tujuan kesejahteraan masyarakat," kata Bara Hasibuan, di Bitung, Rabu.
Dia mengatakan, saat itu para bapak bangsa sepakat menjadikan Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa serta makna lima sila di dalamnya, "Para pendiri bangsa Indonesia, antara lain Soekarno berasal dari Jawa, kemudian ada Mohammad Hatta dari Sumatera Barat, Mohammad Yamin dari Sumatera Barat, ada Mr. A.A Maramis dari Sulawesi Utara, dari Bali serta bagian Indonesia timur juga ada," katanya.
Saat itu, menurutnya yang ada di pikiran para pendiri bangsa itu adalah bagaimana mempersatukan bangsa supaya bisa maju dan rakyatnya sejahtera, jangan saling membenci.
Selain itu, Bara juga menjelaskan tentang tiga pilar kebangsaan lainnya, yakni UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, yang harus selalu dijaga dan dipertahankan oleh seluruh rakyat Indonesia.
Bara Hasibuan mengingatkan, dengan pilar kebangsaan itu, masyarakat harus selalu ingat, tujuan berdirinya bangsa Indonesia, dan jangan hanya terjebak pada pemahaman sempit dan fanatisme buta yang akhirnya akan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
"Terutama di Sulawesi Utara, yang dikenal sebagai daerah yang selalu aman dan toleran, fanatisme sempit yang berdasarkan agama dan kedaerahan jangan sampai ada, karena selama ini, kita selalu hidup berdampingan dengan rukun dan damai," katanya.
Dalam sesi dialog, Bara Hasibuan selain menerima berbagai pertanyaan tentang pilar kebangsaan, juga mendengarkan aspirasi yang disampaikan warga terutama persoalan sosial kemasyarakatan yang berkaitan dengan kesejahteraan.***2***
"Indonesia didirikan para pendiri bangsa, yang berasal dari berbagai latarbelakang suku, agama dan golongan berbda, dengan satu tujuan kesejahteraan masyarakat," kata Bara Hasibuan, di Bitung, Rabu.
Dia mengatakan, saat itu para bapak bangsa sepakat menjadikan Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa serta makna lima sila di dalamnya, "Para pendiri bangsa Indonesia, antara lain Soekarno berasal dari Jawa, kemudian ada Mohammad Hatta dari Sumatera Barat, Mohammad Yamin dari Sumatera Barat, ada Mr. A.A Maramis dari Sulawesi Utara, dari Bali serta bagian Indonesia timur juga ada," katanya.
Saat itu, menurutnya yang ada di pikiran para pendiri bangsa itu adalah bagaimana mempersatukan bangsa supaya bisa maju dan rakyatnya sejahtera, jangan saling membenci.
Selain itu, Bara juga menjelaskan tentang tiga pilar kebangsaan lainnya, yakni UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, yang harus selalu dijaga dan dipertahankan oleh seluruh rakyat Indonesia.
Bara Hasibuan mengingatkan, dengan pilar kebangsaan itu, masyarakat harus selalu ingat, tujuan berdirinya bangsa Indonesia, dan jangan hanya terjebak pada pemahaman sempit dan fanatisme buta yang akhirnya akan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
"Terutama di Sulawesi Utara, yang dikenal sebagai daerah yang selalu aman dan toleran, fanatisme sempit yang berdasarkan agama dan kedaerahan jangan sampai ada, karena selama ini, kita selalu hidup berdampingan dengan rukun dan damai," katanya.
Dalam sesi dialog, Bara Hasibuan selain menerima berbagai pertanyaan tentang pilar kebangsaan, juga mendengarkan aspirasi yang disampaikan warga terutama persoalan sosial kemasyarakatan yang berkaitan dengan kesejahteraan.***2***
Pewarta : Joyce Hestyawatie B
Editor : Christian Alberto Kowaas
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Otto Hasibuan tegaskan kualitas advokat harus ditingkatkan hadapi KUHP baru
11 November 2025 12:58 WIB
Otto Hasibuan sebut pers bentuk wajah demokrasi dan bangun kesadaran publik
23 October 2025 19:56 WIB
Otto Hasibuan sebut Megawati tak tepat sampaikan "amicus curiae" karena berperkara di MK
16 April 2024 16:47 WIB, 2024
Kuasa hukum Prabowo-Gibran sebut permohonan Anies-Muhaimin salah kamar
28 March 2024 17:41 WIB, 2024
Diminta jadi pengacara Djoko Tjandra, Otto Hasibuan pertanyakan eksekusi
01 August 2020 21:37 WIB, 2020
Dirjen pengelolaan limbah sampah B3-Bara Hasibuan ajak milenial kurangi sampah plastik
27 March 2019 20:20 WIB, 2019
Kementerian LHK-Komisi VII DPR-RI gelar kampanye anti sampah plastik 27 Maret
26 March 2019 11:58 WIB, 2019
Terpopuler - DPRD
Lihat Juga
Reses III Wakil Ketua DPRD Manado, aspirasi dikawal sampai terealisasi
30 November 2022 7:20 WIB, 2022
Ketua DPRD Manado dukung rencana pemerintah tambah waktu siswa di sekolah
22 September 2022 22:08 WIB, 2022