ASN Minahasa Utara Ditemukan Tergantung Tak Bernyawa
Rabu, 9 November 2016 20:05 WIB
Minahasa Utara, 9/10 (Antara Sulut) - Salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) Minahasa Utara Jemmy Sumendap (43) yang keseharian bertugas di Badan Kepegawaian Daerah ditemukan tergantung tak bernyawa di gedung Koni setempat, Rabu.
Kapolres Minahasa Utara AKBP Eko Irianto mengatakan, korban ditemukan oleh salah seorang buruh kontrkator sekitar pukul 15.00 wita dan langsung melaporkan ke pihak berwajib.
"Untuk sementara motif meninggalnya korban yaitu gantung diri," ujar Kapolres.
Dia mengatakan, dalam tubuh korban terdapat lumuran darah. Jika memang ada indikasi lain nanti akan ditindaklanjuti.
"Kami akan selidiki, kalau memang ada kejanggalan kematian korban otomatis di proses sesuai hukum. Tapi sampai saat ini belum ada dan masih pemeriksaan tubuh korban," ujarnya.
Sementara Istri korban Youke Watuna (43) saat ditemui tempat kejadian perkara mengaku terahir ketemu suaminya pada Senin (7/11) sekitar pukul 08.00 wita saat akan brangkat kerja.
"Sempat menghubungi suami dan terakhir pada Rabu (9/11) pukul 14.00 wita, tapi hp nya tidak aktif. Selang beberapa jam kemudian dapat berita dari kepala jaga 2 Desa Tountalete suami sudah ditemukan tak bernyawa," ujar istri korban.
Istri korban pun menyerahkan kepada pihak berwajib ketika ada indikasi lain atas kematian korban untuk proses hukum.
Kepala BKD Minahasa Utara Aldrin Posumah mengatakan, korban merupakan salah satu pegawai yang rajin, baik hati dan pendiam.
"Kaget setelah mendengar adanya berita kematian mengenaskan yang notabene adalah pegawai saya. Sangat disayangkan kematiannya ditemukan sangat tak wajar," kata Posumah.
Di tempat kejadian perkara baik asn maupun masyarakat setempat berbondong-bondong melihat korban yang meninggal tubuhnya masih tergantung, dengan kaki bertekuk diatas lantai kantor Koni Minahasa Utara.
Kapolres Minahasa Utara AKBP Eko Irianto mengatakan, korban ditemukan oleh salah seorang buruh kontrkator sekitar pukul 15.00 wita dan langsung melaporkan ke pihak berwajib.
"Untuk sementara motif meninggalnya korban yaitu gantung diri," ujar Kapolres.
Dia mengatakan, dalam tubuh korban terdapat lumuran darah. Jika memang ada indikasi lain nanti akan ditindaklanjuti.
"Kami akan selidiki, kalau memang ada kejanggalan kematian korban otomatis di proses sesuai hukum. Tapi sampai saat ini belum ada dan masih pemeriksaan tubuh korban," ujarnya.
Sementara Istri korban Youke Watuna (43) saat ditemui tempat kejadian perkara mengaku terahir ketemu suaminya pada Senin (7/11) sekitar pukul 08.00 wita saat akan brangkat kerja.
"Sempat menghubungi suami dan terakhir pada Rabu (9/11) pukul 14.00 wita, tapi hp nya tidak aktif. Selang beberapa jam kemudian dapat berita dari kepala jaga 2 Desa Tountalete suami sudah ditemukan tak bernyawa," ujar istri korban.
Istri korban pun menyerahkan kepada pihak berwajib ketika ada indikasi lain atas kematian korban untuk proses hukum.
Kepala BKD Minahasa Utara Aldrin Posumah mengatakan, korban merupakan salah satu pegawai yang rajin, baik hati dan pendiam.
"Kaget setelah mendengar adanya berita kematian mengenaskan yang notabene adalah pegawai saya. Sangat disayangkan kematiannya ditemukan sangat tak wajar," kata Posumah.
Di tempat kejadian perkara baik asn maupun masyarakat setempat berbondong-bondong melihat korban yang meninggal tubuhnya masih tergantung, dengan kaki bertekuk diatas lantai kantor Koni Minahasa Utara.
Pewarta : Melky Rudolf Tumiwa
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tips berkendara aman ala Honda untuk pegawai Dinas PUPR Minahasa Tenggara
28 February 2026 19:30 WIB
11 rumah di Desa Gangga Satu Minahasa Utara rusak parah diterjang gelombang pasang
09 January 2026 5:36 WIB
Pemkab Minahasa Tenggara luncurkan pembayaran retribusi daerah melalui QRIS
28 November 2025 6:21 WIB
PLN dukung Kementerian ESDM salurkan BPBL bagi keluarga prasejahtera di Minahasa
31 October 2025 21:09 WIB
Terpopuler - Minahasa Utara
Lihat Juga
Munas Apkasi Minahasa Utara ditutup, Wamendagri: Dukung visi Indonesia Emas 2045
31 May 2025 13:52 WIB
Pemkab Minahasa Utara imbau warga waspadai dampak curah hujan tinggi
04 February 2023 19:06 WIB, 2023
Komunitas Likupang Raya gelar penghijauan mangrove peringati Hari Pohon Sedunia
21 November 2022 22:17 WIB, 2022