Manado (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama Kemendukbangga/BKKBN memperkuat sinergi pembangunan keluarga melalui Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Tahun 2026.
Kegiatan yang dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay, serta para kepala daerah yang diwakili Wakil Bupati/Walikota, unsur Forkopimda, sekretaris daerah kabupaten/kota, dan mitra kerja lintas sektor ini menjadi forum strategis evaluasi kinerja sekaligus penajaman arah kebijakan pembangunan keluarga di daerah.
Sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji, yang dibacakan Inspektur Utama Kemendukbangga/BKKBN Dr. Ucok Abdulrauf Damenta, Mag.rer.publ., CGCAE menegaskan pentingnya transformasi Kemendukbangga dalam mendukung program prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.
Transformasi tersebut diwujudkan melalui penguatan program Bangga Kencana, termasuk berbagai inovasi dan program lima program prioritas serta dukungan terhadap program MBG3B sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dari keluarga.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Utara dr. Jeanny Yola Winokan, MAP dalam laporan penyelenggaraan menyampaikan capaian kinerja tahun 2025, khususnya penguatan Bangga Kencana, lima program prioritas dan pelaksanaan program MBG3B bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta balita non-PAUD.
Program tersebut diarahkan untuk mempercepat penurunan stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan keluarga secara berkelanjutan.
Sebelum sambutan gubernur, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Utara dan Ikatan Apoteker Indonesia Sulawesi Utara terkait pencatatan dan pelaporan pembelian kontrasepsi pil dan suntikan di apotek sebagai langkah penguatan sistem data pelayanan keluarga berencana.
Pada kesempatan yang sama juga diserahkan piagam penghargaan Momentum dan Program Bangga Kencana serta lima program prioritas Tahun 2025 kepada pemerintah daerah dan mitra kerja berprestasi.
Sambutan Gubernur Sulawesi Utara yang dibacakan Wakil Gubernur Victor Mailangkay, ditegaskan bahwa pembangunan keluarga merupakan fondasi utama pembangunan sumber daya manusia.
Program Bangga Kencana diposisikan sebagai gerakan pembangunan lintas siklus kehidupan yang menekankan penguatan ketahanan keluarga, pemerataan layanan keluarga berencana, pemanfaatan data kependudukan, percepatan penurunan stunting, serta pemberdayaan lansia melalui program Lansia Berdaya.
Komitmen tersebut turut ditandai dengan prosesi kelulusan Sekolah Lansia sebagai simbol penguatan peran lansia yang sehat, mandiri, dan produktif.
Rakorda kemudian dilanjutkan dengan pemaparan progres Rencana Aksi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) oleh Patricia Languju, dari Bappeda Provinsi Sulawesi Utara serta perkembangan pelaksanaan program MBG3B oleh Fahmi Yulianto, SH dari KPPG Manado.
Kegiatan ditutup oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta KB Provinsi Sulawesi Utara Christodharma Sondakh, SH, yang menegaskan pentingnya integrasi Program Bangga Kencana dalam perencanaan dan penganggaran daerah guna mempercepat terwujudnya keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Sebelum pelaksanaan Rakorda, juga telah digelar Pra Rakorda pada tanggal 9-10 April secara Virtual Meeting.