Manado (ANTARA) - Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I memetakan daerah atau lokasi yang tergolong rawan bencana banjir dan longsor saat kondisi cuaca ekstrem, guna memperkuat upaya mitigasi.
"Kami memiliki data dan studi mana titik-titik atau daerah-daerah rawan bencana banjir dan tanah longsor di Sulawesi Utara," kata Kepala BWS Sulawesi I, Sugeng Hariyanto di Manado, Jumat.
Penyebarluasan informasi melalui media, kata dia, penting untuk memberikan pengetahuan bagi warga dan pemangku kepentingan, untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
"Ini penting agar masyarakat mengetahui titik-titik mana yang menurut sejarah pernah terjadi bencana," katanya.
Sugeng Hariyanto merunut titik-titik potensial bencana banjir dan tanah longsor di wilayah provinsi berpenduduk lebih 2,6 juta jiwa tersebut.
Di Kota Manado, beberapa kecamatan memiliki potensi rawan banjir dan tanah longsor yaitu Kecamatan Sario, Kecamatan Wenang, Kecamatan Singkil, Kecamatan Tikala, Kecamatan Tuminting, dan Kecamatan Wanea.
Selanjutnya, di Kabupaten Minahasa Tenggara, BWS Sulawesi I memetakan Kecamatan Belang, di Kabupaten Minahasa Utara yaitu Kecamatan Likupang Timur dan dan Kecamatan Kalawat.
Sementara di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan yaitu Kecamatan Pinolosian Tengah, dan Pinolosian Timur, sedangkan di Kabupaten Bolaang Mongondow yaitu Kecamatan Passi Barat dan Kecamatan Poigar.
Sugeng menambahkan, di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, daerah potensial banjir dan tanah longsor yaitu Kecamatan Bolangitang Barat, Kecamatan Sangkup dan Kecamatan Bintauna, sedangkan di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur yaitu Kecamatan Nuangan dan Kecamatan Motongkat.
"Ini adalah lokasi-lokasi yang sudah kita identifikasi sebagai daerah rawan bencana yang hampir tiap tahun selalu ada saja bencana yang terjadi baik itu banjir maupun tanah longsor," ujarnya.
Dia berharap, warga berhati-hati dan meningkatkan kesiapsiagaan saat melakukan aktivitas dalam kondisi cuaca ekstrem.