Logo Header Antaranews Manado

Fadli Zon tunggu laporan dampak gempa terhadap warisan budaya di Sulut

Jumat, 3 April 2026 06:01 WIB
Image Print
Petugas mengamati gedung KONI Sario, yang rusak akibat gempa magnitudo 7,6 di Kota Manado, Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026). Gedung itu mengalami rusak berat dan memakan korban satu orang meninggal dunia yang disebabkan gempa magnitudo 7,6 yang terjadi pada pukul 06.48 WIT pada kedalaman 18 km di perairan Bitung, Sulawesi Utara dan Maluku Utara. ANTARA FOTO/Karel A Polakitan/Lmo/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan pihaknya tengah menunggu laporan dari Balai Pelestarian Kebudayaan terkait dampak gempa yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara terhadap warisan budaya.

"Kita akan menunggu laporan dari Balai Pelestarian Kebudayaan di Sulawesi Utara," kata Fadli saat ditemui di Jakarta, Kamis.

Ia juga berharap guncangan gempa sebesar 7,6 skala Richter tidak merusak warisan budaya di kawasan tersebut.

Sebelumnya, gempa bumi magnitudo 7,6 yang terjadi di perairan Bitung, Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Kamis, pukul 06.48 WITA sangat terasa di Kota Manado, Sulut.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendeteksi gempa bumi tektonik mengguncang wilayah tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara, memicu gelombang tsunami kecil di sejumlah wilayah pesisir.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan gempa terjadi pada pukul 05.48 WIB dengan pusat di laut pada koordinat 1,25 derajat Lintang Utara (LU) dan 126,25 derajat Bujur Timur (BT) pada kedalaman 62 kilometer.

Berdasarkan pemantauan sistem peringatan dini, terdeteksi gelombang tsunami setinggi 0,3 meter di wilayah Halmahera Barat pada pukul 06.08 WIB dan 0,2 meter di Bitung pada pukul 06.15 WIB.

"Meski relatif kecil, kondisi ini tetap memerlukan kewaspadaan karena potensi gelombang susulan masih dapat terjadi," kata dia.

Guncangan gempa dirasakan kuat selama 10 hingga 20 detik di Kota Bitung dan sekitarnya, serta juga dirasakan di Kota Ternate (Maluku Utara) yang menyebabkan masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah.

Hingga pukul 07.00 WIB, tercatat dua gempa susulan masing-masing berkekuatan magnitudo 5,5 pada pukul 06.07 WIB dan magnitudo 5,2 pada pukul 06.12 WIB, yang berpusat di laut dan tidak berpotensi tsunami.



Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026