Manado (ANTARA) - Perwakilan Kemendukbangga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Utara terus memperkuat implementasi lima program prioritas di provinsi berpenduduk lebih 2,6 juta jiwa tersebut.
"Perwakilan Kendukbangga/BKKBN Sulut berkomitmen mengambil peran aktif dalam menindaklanjuti arahan Menteri saat Rakornas," kata Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan di Manado, Sabtu.
Kaper Jeanny mengatakan, Kemendukbangga/BKKBN menghadirkan lima program prioritas yaitu Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya).
Selain itu, Gerakan Ayah Teladan Indonesia (Gati), Lansia Berdaya (Sidaya), serta AI-SuperApps Keluarga, layanan digital terintegrasi yang memudahkan masyarakat melakukan konsultasi problematika keluarga hingga pemantauan kesehatan secara mandiri.
"Kami juga akan mendukung penuh program Makan Bergizi Gratis atau MBG di daerah ini," ujar Jeanny.
Dukungan terhadap program MBG tersebut difokuskan pada tiga kelompok sasaran yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD, serta peran aktif penyuluh KB dan kader di lapangan berbasis data 'by name by address'.
Kaper Jeanny mengatakan, pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bangga Kencana Tahun 2026, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, menegaskan transformasi Kemendukbangga/BKKBN sebagai 'policy driver', 'integrator', dan penyedia data keluarga tunggal yang akurat guna mendukung program prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.
Transformasi ini menempatkan keluarga sebagai fondasi pembangunan nasional, terutama dalam mengoptimalkan momentum bonus demografi yang diperkirakan berakhir pada 2040 demi mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas SDM.
Kaper yang ikut menghadiri Rakornas yang dilaksanakan 12-13 Februari 2026 di Jakarta tersebut mengatakan, kegiatan tersebut ikut dihadiri Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, kepala perwakilan Kemendukbangga/BKKBN se- Indonesia serta Pengurus DPD IPeKB Sulawesi Utara yang pada kesempatan yang sama menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IPeKB Indonesia Tahun 2026 sebagai bagian dari penguatan sinergi dan konsolidasi program di daerah.