Penjabat Gubernur Sulut pantau pembahasan RAPBD 2016
Selasa, 24 November 2015 8:51 WIB
Penjabat Gubernur Soni Sumarsono foto bersama usai memantau pembahasan di Komisi II DPRD Sulut (foto: jorie darondo) ((1))
Manado,23/11 (Antara Sulut) - Penjabat Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Soni Sumarsono memantau pelaksanaan pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2016, yang dilakukan DPRD bersama pemerintah provinsi setempat.
Pemantauan itu dilakukan Soni Sumarsono dengan memasuki ruangan pembahasan setiap komisi dengan mitra instansi masing-masing, di Manado, Senin.
Ruangan yang dimasuki seluruh komisi mulai dari Komisi III bidang pembangunan, kemudian Komisi I Bidang Pemerintahan Hukum dan HAM, Komisi II bidang Ekonomi dan Keuangan serta Komisi IV bidang Kesejahteraan Rakyat.
Pada pemantauan tersebut, disetiap komisi, Gubernur Soni Sumarsono menanyakan antara lain tentang kelancaran dari pembahasan yang dilakukan antara DPRD dengan Satuan Kerja Perangkar Daerah (SKPD) pemerintah provinsi.
Pada saat tersebut Ketua Komisi IV James Karinda mempertanyakan tidak masuknya aspirasi masyarakat yang diperolah saat reses anggota DPRD, didalam Rancangan Kegiatan Anggaran (RKA).
James Karinda mengatakan, dalam RKA Dinas Sosial terdapat program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
"Namun dalam program itu, tidak masuknya sejumlah nama yang diperoleh saat reses, sehingga perlu adanya perhatian," kata Karinda.
Gubernur Soni Sumarsono mengatakan dalam pembahasan itu, tentunya perlu adanya dialog secara optimal antara pihak DPRD dan ekskutif.
"Selain itu untuk pelaksanaan pembangunan, ada yang dibiayai melalui pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan kota," kata Sumarsono.
Pembahasan RAPBD 2016 dilaksanakan selama empat hari mulai hari ini, hingga Kamis (26/11), melalui dengar pendapat antara setiap komisi dengan mitra SKPD masing-masing. ***2***
Pemantauan itu dilakukan Soni Sumarsono dengan memasuki ruangan pembahasan setiap komisi dengan mitra instansi masing-masing, di Manado, Senin.
Ruangan yang dimasuki seluruh komisi mulai dari Komisi III bidang pembangunan, kemudian Komisi I Bidang Pemerintahan Hukum dan HAM, Komisi II bidang Ekonomi dan Keuangan serta Komisi IV bidang Kesejahteraan Rakyat.
Pada pemantauan tersebut, disetiap komisi, Gubernur Soni Sumarsono menanyakan antara lain tentang kelancaran dari pembahasan yang dilakukan antara DPRD dengan Satuan Kerja Perangkar Daerah (SKPD) pemerintah provinsi.
Pada saat tersebut Ketua Komisi IV James Karinda mempertanyakan tidak masuknya aspirasi masyarakat yang diperolah saat reses anggota DPRD, didalam Rancangan Kegiatan Anggaran (RKA).
James Karinda mengatakan, dalam RKA Dinas Sosial terdapat program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
"Namun dalam program itu, tidak masuknya sejumlah nama yang diperoleh saat reses, sehingga perlu adanya perhatian," kata Karinda.
Gubernur Soni Sumarsono mengatakan dalam pembahasan itu, tentunya perlu adanya dialog secara optimal antara pihak DPRD dan ekskutif.
"Selain itu untuk pelaksanaan pembangunan, ada yang dibiayai melalui pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan kota," kata Sumarsono.
Pembahasan RAPBD 2016 dilaksanakan selama empat hari mulai hari ini, hingga Kamis (26/11), melalui dengar pendapat antara setiap komisi dengan mitra SKPD masing-masing. ***2***
Pewarta : Jorie M R Darondo
Editor : Jorie MR Darondo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Natal Keluarga Besar Komaling, Gubernur: Nilai cinta kasih keluarga jadi kekuatan
22 January 2026 20:08 WIB
Gubernur Sulut sebut "Direct Call" pangkas waktu pelayaran ke negara tujuan ekspor
21 January 2026 7:00 WIB
Gubernur Sulut sebut arus ekspor-impor Sulampua masih bergantung pulau Jawa
21 January 2026 6:59 WIB
Gubernur Sulut sebut kawasan Sulampua miliki peran strategis ekonomi nasional
20 January 2026 5:48 WIB
Menkeu Purbaya: Pertukaran jabatan Wamenkeu dan Deputi BI tak ganggu independensi BI
19 January 2026 19:49 WIB
Terpopuler - DPRD
Lihat Juga
Reses III Wakil Ketua DPRD Manado, aspirasi dikawal sampai terealisasi
30 November 2022 7:20 WIB, 2022
Ketua DPRD Manado dukung rencana pemerintah tambah waktu siswa di sekolah
22 September 2022 22:08 WIB, 2022