Istri Gus Dur buka puasa di Gereja Santa Maria Yogyakarta
Jumat, 22 Maret 2024 5:38 WIB
Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid memberikan ceramahnya kepada masyarakat lintas agama dan kepercayaan di Kulon Progo, DIY, Kamis (21/3/2024). ANTARA/Sutarmi
Kulon Progo (ANTARA) - Istri Presiden Republik Indonesia keempat KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Sinta Nuriyah berbuka bersama dengan umat lintas agama, difabel dan kaum marjinal di Kompleks Gereja Santa Maria Bunda Penasihat Baik Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Shinta Nuriyah, di Kulon Progo, bertanya soal makna dari puasa.
"Puasa untuk menggugurkan kewajiban tahunan atau usaha karena Allah SWT, dan atau Ramadhan datang lalu puasa yakni menahan dahaga dan lapar dari pagi sampai matahari terbenam?," tanya Shinta dalam acara bertajuk Buka Puasa Bersama Shinta Nuriyah Abdurahman Wahid, di Kompleks Gereja Santa Maria Bunda Penasihat Baik Wates pada 15.30 WIB-19.00 WIB, Kamis (21/3) petang.
Menurut Shinta Nuriyah, puasa yang sebatas menggugurkan kewajiban akan memunculkan keserakahan dan kezaliman, dan kegiatan-kegiatan yang tidak pas.
"Untuk itu, jangan melakukan puasa formalistik belaka, tapi puasa yang revolusioner yang mengubah orang yang berpuasa menjadi orang berkepribadian lebih baik," katanya lagi.
Lebih lanjut, Shinta Nuriyah mengatakan dirinya sangat senang berbuka puasa di Santa Maria Bunda Penasihat Baik Wates. Menurutnya acara ini merepresentasikan wajah Indonesia yang penuh dengan keberagaman suku dan agama.
"Saya sendiri merasa sangat bahagia, karena saya merasa bahwa saya seolah-olah melihat miniatur Indonesia yang sangat indah. Karena di sini berkumpul tidak hanya berbagai suku bangsa, tapi juga berbagai agama. Inilah wajah dari rakyat Indonesia. Karena itu sekali lagi saya merasa bahagia sekali hadir di tempat ini," katanya pula.
Shinta juga berpesan kepada rakyat Indonesia agar senantiasa menjaga kerukunan serta toleransi antarumat beragama.
"Kita ini adalah masyarakat yang pluralis, terdiri dari berbagai suku dan agama. Karena itu harus bisa hidup rukun, saling menghormati saling menghargai, saling menyayangi, itu pesan saya," katanya lagi.
Pastor Gereja Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik Wates Romo Aloysius Budi Purnomo mengatakan, acara ini merupakan kolaborasi antara pihak gereja dengan program Safari Ramadan yang dibesut oleh istri mendiang Gus Dur.
Program itu sebenarnya bernama Sahur keliling, tapi karena penyelenggaraannya di gereja, maka waktu pelaksanaannya diubah jadi sore hingga tiba waktunya berbuka puasa.
"Ini merupakan momentum yang rutin setiap tahun dipercayakan oleh Ibu Shinta kepada saya sebagai salah satu bagian program sahur keliling beliau setiap tahun di bulan Ramadan. Maka buka bersama ini menjadi salah satu upaya dari beliau untuk terus membangun kerja sama dengan siapa saja tanpa diskriminasi apapun agam dan kepercayaannya," katanya pula.
"Nilai plus kegiatan ini adalah menjunjung tinggi kemanusiaan, kerukunan, persaudaraan dan semangat kebangsaan yang tanpa diskriminasi," katanya lagi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Istri Alm Gus Dur berbuka puasa di Gereja Santa Maria Wates DIY
Shinta Nuriyah, di Kulon Progo, bertanya soal makna dari puasa.
"Puasa untuk menggugurkan kewajiban tahunan atau usaha karena Allah SWT, dan atau Ramadhan datang lalu puasa yakni menahan dahaga dan lapar dari pagi sampai matahari terbenam?," tanya Shinta dalam acara bertajuk Buka Puasa Bersama Shinta Nuriyah Abdurahman Wahid, di Kompleks Gereja Santa Maria Bunda Penasihat Baik Wates pada 15.30 WIB-19.00 WIB, Kamis (21/3) petang.
Menurut Shinta Nuriyah, puasa yang sebatas menggugurkan kewajiban akan memunculkan keserakahan dan kezaliman, dan kegiatan-kegiatan yang tidak pas.
"Untuk itu, jangan melakukan puasa formalistik belaka, tapi puasa yang revolusioner yang mengubah orang yang berpuasa menjadi orang berkepribadian lebih baik," katanya lagi.
Lebih lanjut, Shinta Nuriyah mengatakan dirinya sangat senang berbuka puasa di Santa Maria Bunda Penasihat Baik Wates. Menurutnya acara ini merepresentasikan wajah Indonesia yang penuh dengan keberagaman suku dan agama.
"Saya sendiri merasa sangat bahagia, karena saya merasa bahwa saya seolah-olah melihat miniatur Indonesia yang sangat indah. Karena di sini berkumpul tidak hanya berbagai suku bangsa, tapi juga berbagai agama. Inilah wajah dari rakyat Indonesia. Karena itu sekali lagi saya merasa bahagia sekali hadir di tempat ini," katanya pula.
Shinta juga berpesan kepada rakyat Indonesia agar senantiasa menjaga kerukunan serta toleransi antarumat beragama.
"Kita ini adalah masyarakat yang pluralis, terdiri dari berbagai suku dan agama. Karena itu harus bisa hidup rukun, saling menghormati saling menghargai, saling menyayangi, itu pesan saya," katanya lagi.
Pastor Gereja Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik Wates Romo Aloysius Budi Purnomo mengatakan, acara ini merupakan kolaborasi antara pihak gereja dengan program Safari Ramadan yang dibesut oleh istri mendiang Gus Dur.
Program itu sebenarnya bernama Sahur keliling, tapi karena penyelenggaraannya di gereja, maka waktu pelaksanaannya diubah jadi sore hingga tiba waktunya berbuka puasa.
"Ini merupakan momentum yang rutin setiap tahun dipercayakan oleh Ibu Shinta kepada saya sebagai salah satu bagian program sahur keliling beliau setiap tahun di bulan Ramadan. Maka buka bersama ini menjadi salah satu upaya dari beliau untuk terus membangun kerja sama dengan siapa saja tanpa diskriminasi apapun agam dan kepercayaannya," katanya pula.
"Nilai plus kegiatan ini adalah menjunjung tinggi kemanusiaan, kerukunan, persaudaraan dan semangat kebangsaan yang tanpa diskriminasi," katanya lagi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Istri Alm Gus Dur berbuka puasa di Gereja Santa Maria Wates DIY
Pewarta : Sutarmi
Editor : Hence Paat
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bawaslu Kulon Progo sosialisasikan tentang Pemilu 2024 kepada disabilitas
25 May 2022 12:03 WIB, 2022
Pengamat: Puan-Ganjar harus mengkapitalisasi peristiwa politik menuju pilpres
18 May 2022 11:40 WIB, 2022
Pengurus Ponpes Kulon Progo mengharapkan penerbitan Perda Pesantren
08 November 2021 14:00 WIB, 2021
DPRD Kulon Progo memanggil DPUPKP bahas pemanfaatan Rusunawa Triharjo
05 November 2021 14:49 WIB, 2021
Polres Kulon Progo menggelar pelatihan SAR air hadapi potensi bencana
29 October 2021 14:25 WIB, 2021
Magelang dan Kulon Progo yang bekerja sama mengatasi penyakit menular
26 October 2021 9:39 WIB, 2021
Pergerakan penumpang di Bandara YIA Kulon Progo mulai naik 21,43 persen
25 October 2021 15:05 WIB, 2021
Kulon Progo mengusulkan tiga titik "exit tol" tumbuhkan ekonomi masyarakat
18 October 2021 8:33 WIB, 2021
Pelaku wisata Kabupaten Kulon Progo alami kendala teknis ajukan sertifikat CHSE
11 October 2021 15:08 WIB, 2021