Sulut Ekspor Batok Pala Ke Vietnam
Jumat, 13 Maret 2015 13:30 WIB
Manado, (ANTARA Sulut) - Sulawesi Utara melakukan ekspor batok pala ke Vietnam, Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara Hasudungan Siregar.
"Batok pala yang diekspor ke Vietnam sebanyak 8,6 ton dengan sumbangan devisa sebesar 670 dolar Amerika Serikat," katanya di Manado, Jumat.
Dia mengatakan, batok pala atau kulit pala hanya dibuang begitu saja oleh petani, padahal mampu memberikan nilai tambah yang cukup tinggi.
Batok pala dibeli pasar luar negeri karena ternyata sangat baik untuk menjadi bahan perawatan tubuh, makanya beberapa negara terus mengajukan permintaan membeli komoditas ini.
Munculnya permintaan terhadap komoditas ini sangat menggembirakan karena sebelumnya bahan tersebut hanya menjadi sampah yang dibuang percuma, tetapi saat ini mampu menjadi barang bernilai ekonomis tinggi.
Hasudungan mengatakan dengan diekspornya batok pala, kini sudah tiga jenis komoditas tersebut merambah pasar luar negeri.
"Tiga jenis komoditas pala yang mampu merambah pasar luar negeri yakni biji pala, fuli dan batok pala," katanya.
Pala merupakan salah satu komoditas unggulan masyarakat Sulut yang secara kontinyu merambah pasar luar negeri dan menjadi penyumbang devisa cukup dominan bagi daerah.
"Setiap bulan terjadi ekspor pala ke berbagai negara seperti Belanda, Jepang dan berbagai negara Eropa lainnya," katanya.
Guna mendorong ekspor pala terus bertumbuh ke depan, katanya, perlu dilakukan peremajaan tanaman pala pada petani di berbagai daerah sentra produksi utama.
"Harga pala biji di sentra perdagangan Kota Manado dan sekitarnya sebesar Rp85.000 per kg dan pala fuli Rp100.000 per kg," katanya.
"Batok pala yang diekspor ke Vietnam sebanyak 8,6 ton dengan sumbangan devisa sebesar 670 dolar Amerika Serikat," katanya di Manado, Jumat.
Dia mengatakan, batok pala atau kulit pala hanya dibuang begitu saja oleh petani, padahal mampu memberikan nilai tambah yang cukup tinggi.
Batok pala dibeli pasar luar negeri karena ternyata sangat baik untuk menjadi bahan perawatan tubuh, makanya beberapa negara terus mengajukan permintaan membeli komoditas ini.
Munculnya permintaan terhadap komoditas ini sangat menggembirakan karena sebelumnya bahan tersebut hanya menjadi sampah yang dibuang percuma, tetapi saat ini mampu menjadi barang bernilai ekonomis tinggi.
Hasudungan mengatakan dengan diekspornya batok pala, kini sudah tiga jenis komoditas tersebut merambah pasar luar negeri.
"Tiga jenis komoditas pala yang mampu merambah pasar luar negeri yakni biji pala, fuli dan batok pala," katanya.
Pala merupakan salah satu komoditas unggulan masyarakat Sulut yang secara kontinyu merambah pasar luar negeri dan menjadi penyumbang devisa cukup dominan bagi daerah.
"Setiap bulan terjadi ekspor pala ke berbagai negara seperti Belanda, Jepang dan berbagai negara Eropa lainnya," katanya.
Guna mendorong ekspor pala terus bertumbuh ke depan, katanya, perlu dilakukan peremajaan tanaman pala pada petani di berbagai daerah sentra produksi utama.
"Harga pala biji di sentra perdagangan Kota Manado dan sekitarnya sebesar Rp85.000 per kg dan pala fuli Rp100.000 per kg," katanya.
Pewarta : Oleh Nancy Lynda Tigauw
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mengubah pandemi jadi peluang: Produk pala dan dukungan SheHacks Innovate untuk UMKM perempuan
20 October 2024 19:22 WIB, 2024
Kementan kucurkan Rp21,93 miliar untuk remajakan kelapa dan pala di Sulut
19 May 2022 22:49 WIB, 2022
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Pemerintah sasar investasi pariwisata Rp63,5 triliun, termasuk destinasi Likupang
21 May 2026 5:39 WIB