UKM atribut piala dunia panen rejeki
Senin, 23 Juni 2014 19:57 WIB
penjualan atribut piala dunia meningkat tajam. (1)
Manado, 23/6 (AntaraSulut) - Usaha Kecil Menengah (UKM) penjual atribut piala dunia di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) panen rejeki menyusul permintaan masyarakat cukup tinggi selama berlangsungnya kejuaraan empat tahunan sepakbola tersebut.
"Semua bendera yang saya jual, buatan sendiri dan kain dibeli langsung ke agen agar mendapatkan harga yang murah, dan laris," kata Alim, salah satu penjual atribut piala dunia di Pasar Bersehati 45 Manado, Senin.
Tak hanya itu, katanya, karena banyaknya permintaan, dia bahkan memperkerjakan lima orang lainnya, untuk membantu menjahit dan menyablon bendera tersebut.
�Keuntungannya lumayan. Baru satu bulan saja, saya sudah bisa kembalikan modal pokok untuk semua perlengkapan ini,� kata Alim.
Untuk pemasarannya sendiri, Alim mengaku, yang mencari bendera ini bukan hanya warga Manado dan sekitarnya saja, tetapi juga warga dari Ternate dan Gorontalo.
�Mereka datang ke sini juga untuk membeli. Selain eceran, kami juga menjual secara partai,� katanya.
Bendera peserta piala dunia yang menjadi hasil karyanya juga dibuat dengan berbagai ukuran dan harga. Untuk yang ukuran kecil di patok dengan harga Rp10 ribu, ukuran 1m x 20cm seharga Rp30 ribu, untuk yang 2 meterseharga Rp65 ribu dan yang 4 meter seharga Rp275 ribu.
�Paling besar ada yang ukuran 6 meter itu kami patok 650 ribu dan ukuran 12 meter seharga Rp1,25 juta. Tapi ini biasanya kami hanya main dipesanan saja,� katanya.
Rasyid, pedagang lainnya mengatakan soal harga yang ditetapkan, keduanya nyaris tidak jauh berbeda.
�Harga juga fleksibel, bisa ditawar, kalau harganya oke, maka terjadi transaksi,� kata Rasyid.
Untuk penjualan saat ini cukup lumayan, namun dia saat gelaran Piala Dunia, pembelinya lebih banyak.
Soal keuntungan, dia menyebut yang namanya berdagang sifatnya tak menentu. Kalau lagi ada yang laku maka lumayan. �Setiap harinya bisa lima bendera yang terjual, tiap benderanya saya bisa dapat sekitar Rp25 ribuan,� tandasnya.
Yang paling laku dan digemari masyarakat Kota Manado yakni baju kaus asal negara Belanda dan Brasil, Jerman dan Argentina bahkan untuk hari ini sudah ada pesanan masing - masing dua lusin baju kaus negara Belanda dan Brasil," jelasnya.
"Semua bendera yang saya jual, buatan sendiri dan kain dibeli langsung ke agen agar mendapatkan harga yang murah, dan laris," kata Alim, salah satu penjual atribut piala dunia di Pasar Bersehati 45 Manado, Senin.
Tak hanya itu, katanya, karena banyaknya permintaan, dia bahkan memperkerjakan lima orang lainnya, untuk membantu menjahit dan menyablon bendera tersebut.
�Keuntungannya lumayan. Baru satu bulan saja, saya sudah bisa kembalikan modal pokok untuk semua perlengkapan ini,� kata Alim.
Untuk pemasarannya sendiri, Alim mengaku, yang mencari bendera ini bukan hanya warga Manado dan sekitarnya saja, tetapi juga warga dari Ternate dan Gorontalo.
�Mereka datang ke sini juga untuk membeli. Selain eceran, kami juga menjual secara partai,� katanya.
Bendera peserta piala dunia yang menjadi hasil karyanya juga dibuat dengan berbagai ukuran dan harga. Untuk yang ukuran kecil di patok dengan harga Rp10 ribu, ukuran 1m x 20cm seharga Rp30 ribu, untuk yang 2 meterseharga Rp65 ribu dan yang 4 meter seharga Rp275 ribu.
�Paling besar ada yang ukuran 6 meter itu kami patok 650 ribu dan ukuran 12 meter seharga Rp1,25 juta. Tapi ini biasanya kami hanya main dipesanan saja,� katanya.
Rasyid, pedagang lainnya mengatakan soal harga yang ditetapkan, keduanya nyaris tidak jauh berbeda.
�Harga juga fleksibel, bisa ditawar, kalau harganya oke, maka terjadi transaksi,� kata Rasyid.
Untuk penjualan saat ini cukup lumayan, namun dia saat gelaran Piala Dunia, pembelinya lebih banyak.
Soal keuntungan, dia menyebut yang namanya berdagang sifatnya tak menentu. Kalau lagi ada yang laku maka lumayan. �Setiap harinya bisa lima bendera yang terjual, tiap benderanya saya bisa dapat sekitar Rp25 ribuan,� tandasnya.
Yang paling laku dan digemari masyarakat Kota Manado yakni baju kaus asal negara Belanda dan Brasil, Jerman dan Argentina bahkan untuk hari ini sudah ada pesanan masing - masing dua lusin baju kaus negara Belanda dan Brasil," jelasnya.
Pewarta :
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kardinal: Prabowo dan Uskup Turang dekat sejak kecil serta ada hubungan keluarga
04 April 2025 19:36 WIB
Yusril Ihza Mahendra mengaku tak kecil hati jika kinerja Menko dinilai buruk
16 February 2025 6:35 WIB
Presiden Prabowo: Bermain saham bagi rakyat kecil ibarat praktik judi
04 December 2024 14:10 WIB, 2024
Literasi keuangan 3T hingga disabilitas: Langkah kecil perlindungan konsumen di era digital
05 November 2024 6:40 WIB, 2024
Meski peluang cawapres kecil, PDIP sebut komunikasi dengan Ridwan Kamil tetap jalan
19 September 2023 17:05 WIB, 2023
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Airlangga: Pesan Presiden agar SRO jaga operasional bursa di tengah transisi
01 February 2026 7:48 WIB