BPBD: Pembangunan huntap korban longsor pesisir Amurang bertahap
Jumat, 28 Oktober 2022 3:48 WIB
Bencana longsor pesisir Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan menyebabkan hancurnya rumah warga, area wisata, serta infrastruktur jalan dan jembatan. ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Minahasa Selatan (1)
Manado (ANTARA) - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, Thorie R Joseph mengatakan pembangunan hunian tetap (huntap) korban bencana longsor pesisir Amurang akan dilakukan secara bertahap.
"Huntap ini akan dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat secara bertahap," kata Thorie di Manado, Kamis.
Hanya saja menurut dia, kapan mulai dibangun masih menunggu informasi dari kementerian terkait.
Percepatan pembangunan huntap untuk korban bencana longsor pesisir menjadi harapan pemerintah daerah dan masyarakat terdampak.
Alasannya, setelah warga dipindahkan dari tempat pengungsian, saat ini masih ada berapa di hunian sementara yang dibangun pemerintah daerah, menunggu ditempatkan di huntap.
"Mudah-mudahan pembangunannya dimulai pada awal tahun depan," ujar Thorie.
Dia mengatakan, pemerintah daerah bersama dengan Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Sulawesi I, Kementerian PUPR akan melakukan verifikasi warga yang akan menempati huntap yang dibangun pada tahap pertama.
"Akan kita verifikasi lagi, yang pasti mereka yang berada di radius 30 meter dan kehilangan tempat tinggal," ujarnya.
Pada tengah Juni 2022 lalu, bencana longsor pesisir pantai menghantam permukiman warga di Kelurahan Uwuran Satu dan Kelurahan Bitung, Kecamatan Amurang.
Akibatnya, selain rumah penduduk yang rusak, area pariwisata, penginapan, jalan dan jembatan hancur dan tenggelam disapu air laut.
Beberapa waktu berada di tempat pengungsian, warga akhirnya ditempatkan ke hunian sementara sambil menunggu Kementerian PUPR membangun hunian tetap.*
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPBD: Pembangunan huntap korban longsor pesisir Amurang Sulut bertahap
"Huntap ini akan dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat secara bertahap," kata Thorie di Manado, Kamis.
Hanya saja menurut dia, kapan mulai dibangun masih menunggu informasi dari kementerian terkait.
Percepatan pembangunan huntap untuk korban bencana longsor pesisir menjadi harapan pemerintah daerah dan masyarakat terdampak.
Alasannya, setelah warga dipindahkan dari tempat pengungsian, saat ini masih ada berapa di hunian sementara yang dibangun pemerintah daerah, menunggu ditempatkan di huntap.
"Mudah-mudahan pembangunannya dimulai pada awal tahun depan," ujar Thorie.
Dia mengatakan, pemerintah daerah bersama dengan Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Sulawesi I, Kementerian PUPR akan melakukan verifikasi warga yang akan menempati huntap yang dibangun pada tahap pertama.
"Akan kita verifikasi lagi, yang pasti mereka yang berada di radius 30 meter dan kehilangan tempat tinggal," ujarnya.
Pada tengah Juni 2022 lalu, bencana longsor pesisir pantai menghantam permukiman warga di Kelurahan Uwuran Satu dan Kelurahan Bitung, Kecamatan Amurang.
Akibatnya, selain rumah penduduk yang rusak, area pariwisata, penginapan, jalan dan jembatan hancur dan tenggelam disapu air laut.
Beberapa waktu berada di tempat pengungsian, warga akhirnya ditempatkan ke hunian sementara sambil menunggu Kementerian PUPR membangun hunian tetap.*
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPBD: Pembangunan huntap korban longsor pesisir Amurang Sulut bertahap
Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor : Jorie MR Darondo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kementerian PUPR tuntaskan pembangunan 81 unit huntap korban abrasi Amurang
15 February 2023 20:18 WIB, 2023
Balai Sungai kaji ulang penempatan pengaman pantai di abrasi Amurang Minsel
10 January 2023 5:35 WIB, 2023
BP2P: 81 unit hunian tetap korban abrasi Amurang dibangun tahun 2023
14 December 2022 5:38 WIB, 2022
Kementerian PUPR: Rumah korban abrasi di pesisir Amurang-Sulut tahan gempa
14 October 2022 23:01 WIB, 2022
Kementerian PUPR: Penyiapan lahan huntap korban abrasi pantai difinalisasi
11 August 2022 0:40 WIB, 2022