Logo Header Antaranews Manado

BPBD harap pembangunan hunian tetap korban abrasi Amurang dipercepat

Selasa, 16 Agustus 2022 09:39 WIB
Image Print
Ilustrasi - Warga menempati tempat pengungsian usai tempat tinggal mereka terkena abrasi Pantai Amurang. ANTARA/HO-Dokumentasi pribadi

Manado (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa Selatan Sulawesi Utara meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) korban abrasi pantai Amurang.

"Mudah-mudahan ini bisa dipercepat pembangunannya (huntap), sekarang ini mereka sudah menempati hunian sementara pascabencana," sebut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa Selatan, Thorie R Joseph di Manado, Senin.

Percepatan pembangunan huntap oleh pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR, sebut dia, akan mengurangi alokasi anggaran untuk ketersediaan logistik bagi warga di huntara.

Alasannya, pemerintah menjamin ketersediaan logistik warga sampai huntap selesai dibangun Kementerian PUPR.

"Artinya selama huntap tersebut belum selesai dibangun, maka pemerintah masih menjamin logistik mereka melalui dana APBD. Sementara di satu sisi anggaran kita terbatas," katanya.

Saat ini, sebut dia, ada sebanyak 114 kepala keluarga yang sebelumnya menempati beberapa tempat pengungsian termasuk rumah kerabat direlokasi ke hunian sementara.

Sebanyak 114 keluarga juga yang nantinya akan menempati huntap yang akan dibangun pemerintah pusat setelah melalui proses verifikasi lanjutan.

"Semoga secepatnya terealisasi pembangunannya agar mereka bisa berpindah dari hunian sementara ke hunian tetap," harapnya.

Seratusan lebih warga Kelurahan Uwuran Satu dan Bitung menempati tempat pengungsian usai tempat tinggal hancur diterjang abrasi pantai pada tengah Juni 2022 lalu.

Selain menghancurkan rumah penduduk, abrasi juga menimbulkan kerusakan penginapan, jalan serta jembatan yang dibangun di tepi pantai Amurang.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPBD harap pembangunan huntap korban abrasi Amurang dipercepat



Pewarta :
Editor: Christian Alberto Kowaas
COPYRIGHT © ANTARA 2026