Manado (ANTARA) - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara (Sulut) Asim Saputra mengatakan data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) akan mendukung pembangunan yang bersifat inklusi di daerah tersebut.
"Ini akan menjadi basis data perencanaan inklusi dan advokasi," kata Asim Saputra di Manado, Jumat.
Dia menjelaskan data Regsosek akan menjadi sumber reformasi perlindungan sosial untuk integrasi program perlindungan sosial dengan pemberdayaan sosial ekonomi.
Ia mengemukakan pula pentingnya hasil data Regsosek untuk melakukan sinkronisasi, padanan serta verifikasi dan validasi data untuk penerima bantuan seperti vaksin, bantuan sembako, BLT Desa, dan sebagainya.
Data Regsosek, masih menurut dia bisa menjadi sumber data pemda untuk pembangunan infrastruktur seperti air bersih, MCK, jamban, rumah, bantuan kursi roda, advokasi kebutuhan listrik, dan sebagainya.
Tim kerja Regsosek, lanjut Asim, dalam waktu sangat singkat akan menyiapkan aplikasi mengawal kualitas data.
"Mengambil pengalaman SP2020 Lanjutan, fokus kita akan memperkuat kerja pemeriksaan dokumen lapangan," kata Asim.
Bahkan, kata Asim Saputra, sebagian besar organik BPS akan dipasang disana untuk menjaring kualitas data di tingkat pertama.
Pemanfaatan data Regsosek akan mampu menyatukan pelayanan pembuatan dan pembaharuan KTP, akta kelahiran, Kartu Keluarga, Kartu Identitas Anak, termasuk pelayanan secara door-to-door (rumah ke rumah) bagi kalangan lansia dan disabilitas.
Ia menjelaskan bahwa hal tersebut juga bisa menjadi sumber pembentukan kelompok usaha atau manajemen bersama, inisiasi program pelatihan kewirausahaan, dan pengembangan beragam Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lainnya.