Kasus COVID-19 naik, Taiwan pesan 700.000 pil antivirus Pfizer
Senin, 11 April 2022 15:36 WIB
Arsip - Pil COVID-19 Paxlovid terlihat dalam kotak, di rumah sakit Misericordia di Grosseto, Italia, 8 Februari 2022. (ANTARA/Reuters/Jennifer Lorenzini/as)
Taipei (ANTARA) - Taiwan memesan 700.000 pil antivirus COVID-19 Paxlovid buatan Pfizer, menurut Menteri Kesehatan Chen Shih-chung pada Senin, di tengah lonjakan infeksi saat pemerintah berjanji untuk membuka perbatasan secara bertahap.
Taiwan sukses mengendalikan pandemi dengan baik berkat langkah pengendalian secara dini dan ketat. Namun, infeksi harian COVID-19 meningkat dalam beberapa pekan belakangan.
Sebanyak 439 kasus baru dilaporkan pada Senin, penambahan harian tertinggi kedua tahun ini.
Pihak berwenang tetap waspada meskipun jumlah COVID-19 masih relatif kecil. Data kementerian kesehatan menunjukkan 99,6 persen pasien COVID-19 sepanjang tahun ini mengalami gejala ringan atau tanpa gejala.
Menkes mengatakan pesanan pil antivirus cukup untuk pengobatan 3 persen penduduk Taiwan. Separuh dari pesanan tersebut akan tiba pada kuartal kedua tahun ini.
"Obat (COVID) itu dapat mencegah penyakit serius dan sangat membantu pencegahan pandemi secara keseluruhan," kata Chen kepada awak media.
Sejak awal tahun ini, Taiwan melaporkan 3.976 kasus lokal. Dari jumlah itu, hanya 13 orang pasien kritis dan dua orang meninggal.
Taiwan masih mewajibkan pemakaian masker dan hampir 80 persen dari populasinya sudah mendapatkan dosis ke-2 vaksin COVID-19, sementara lebih dari 50 persen dari mereka sudah disuntik dosis ke-3.
Otoritas secara bertahap melonggarkan aturan karantina bagi seluruh pendatang di pulau tersebut, namun sebagian besar warga asing masih dilarang masuk.
Sumber: Reuters
Taiwan sukses mengendalikan pandemi dengan baik berkat langkah pengendalian secara dini dan ketat. Namun, infeksi harian COVID-19 meningkat dalam beberapa pekan belakangan.
Sebanyak 439 kasus baru dilaporkan pada Senin, penambahan harian tertinggi kedua tahun ini.
Pihak berwenang tetap waspada meskipun jumlah COVID-19 masih relatif kecil. Data kementerian kesehatan menunjukkan 99,6 persen pasien COVID-19 sepanjang tahun ini mengalami gejala ringan atau tanpa gejala.
Menkes mengatakan pesanan pil antivirus cukup untuk pengobatan 3 persen penduduk Taiwan. Separuh dari pesanan tersebut akan tiba pada kuartal kedua tahun ini.
"Obat (COVID) itu dapat mencegah penyakit serius dan sangat membantu pencegahan pandemi secara keseluruhan," kata Chen kepada awak media.
Sejak awal tahun ini, Taiwan melaporkan 3.976 kasus lokal. Dari jumlah itu, hanya 13 orang pasien kritis dan dua orang meninggal.
Taiwan masih mewajibkan pemakaian masker dan hampir 80 persen dari populasinya sudah mendapatkan dosis ke-2 vaksin COVID-19, sementara lebih dari 50 persen dari mereka sudah disuntik dosis ke-3.
Otoritas secara bertahap melonggarkan aturan karantina bagi seluruh pendatang di pulau tersebut, namun sebagian besar warga asing masih dilarang masuk.
Sumber: Reuters
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polda Riau sita 5 kg sabu dan 1.870 pil ekstasi dari Lembaga Permasyarakatan
05 September 2024 6:32 WIB, 2024
Polisi tangkap dua IRT pemilik 1.840 butir pil zenith di Timika, Papua
08 November 2021 8:21 WIB, 2021
Penyeludupan pil koplo dalam bumbu pecel digagalkan petugas Rutan Medaeng Surabaya
11 February 2021 20:44 WIB, 2021