Tujuh warga di Minahasa Tenggara terjangkit DBD
Rabu, 26 Januari 2022 22:04 WIB
Pelaksanaan fogging di Kabupaten Minahasa Tenggara. ANTARA/Dokumen Dinkes Minahasa Tenggara
Minahasa Tenggara (ANTARA) - Sejak awal Januari 2022 sudah ada tujuh orang warga di tiga kecamatan wilayah Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara terkonfirmasi terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD).
"Dari data yang dilaporkan Puskesmas, ada tujuh warga Minahasa Tenggara, terkonfirmasi terjangkit DBD," kata Kepala Dinas Kesehatan Helni Ratuliu di Ratahan, Rabu.
Dia mengungkapkan, dari penyelidikan epidemiologi yang dilaksanakan Dinas Kesehatan, terjadi penyebaran di lingkungan tempat tinggal warga.
"Kami dari pemerintah langsung melakukan penanganan kesehatan bagi pasien serta melakukan pengasapan atau fogging di sekitar lingkungan tempat tinggal warga," ujarnya.
Lebih lanjut kata Helni, penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti harus diwaspadai oleh seluruh masyarakat.
Menurutnya pencegahan yang wajib dilakukan masyarakat diantaranya dengan terus menjaga kebersihan di lingkungan tempat tinggal.
"Setiap rumah tangga kami terus mengimbau agar menggunakan bubuk abate, tidak membuang sampah sembarangan, memastikan tidak ada genangan air di sekitar tempat tinggal dan sebagainya," jelasnya.
Helni memastikan jajarannya di Puskesmas bersama dengan pemerintah desa serta kelurahan terus melakukan edukasi, terkait pencegahan penyebaran DBD.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, sebaran kasus DBD di Minahasa Tenggara yakni tiga kasus di Kecamatan Ratatotok, satu kasus di Kecamatan Tombatu Utara dan tiga kasus lainnya di Kecamatan Silian.
"Dari data yang dilaporkan Puskesmas, ada tujuh warga Minahasa Tenggara, terkonfirmasi terjangkit DBD," kata Kepala Dinas Kesehatan Helni Ratuliu di Ratahan, Rabu.
Dia mengungkapkan, dari penyelidikan epidemiologi yang dilaksanakan Dinas Kesehatan, terjadi penyebaran di lingkungan tempat tinggal warga.
"Kami dari pemerintah langsung melakukan penanganan kesehatan bagi pasien serta melakukan pengasapan atau fogging di sekitar lingkungan tempat tinggal warga," ujarnya.
Lebih lanjut kata Helni, penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti harus diwaspadai oleh seluruh masyarakat.
Menurutnya pencegahan yang wajib dilakukan masyarakat diantaranya dengan terus menjaga kebersihan di lingkungan tempat tinggal.
"Setiap rumah tangga kami terus mengimbau agar menggunakan bubuk abate, tidak membuang sampah sembarangan, memastikan tidak ada genangan air di sekitar tempat tinggal dan sebagainya," jelasnya.
Helni memastikan jajarannya di Puskesmas bersama dengan pemerintah desa serta kelurahan terus melakukan edukasi, terkait pencegahan penyebaran DBD.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, sebaran kasus DBD di Minahasa Tenggara yakni tiga kasus di Kecamatan Ratatotok, satu kasus di Kecamatan Tombatu Utara dan tiga kasus lainnya di Kecamatan Silian.
Pewarta : Jerusalem Mendalora
Editor : Jorie MR Darondo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Honda menyatu dengan aktivitas warga lewat "Honda Bapontar" di Pasar Tanoyan
29 January 2026 5:42 WIB
Gibran turun langsung tinjau banjir dan minta prioritaskan kesehatan warga
19 January 2026 19:33 WIB
Personel Polda Sulut bersihkan rumah warga terdampak banjir bandang Pulau Siau Sitaro
09 January 2026 5:37 WIB
Terpopuler - Minahasa Tenggara
Lihat Juga
Kemenag beri bina rohani dan mental warga binaan Polres Minahasa Tenggara
08 June 2024 6:07 WIB, 2024
Wujudkan Tridharma Perguruan Tinggi, Pemkab Mitra dan FISIP Unsrat jalin kerja sama
31 May 2023 23:27 WIB, 2023