Disperindag ajak UMKM dan petani manfaatkan PLKA 2022
Kamis, 13 Januari 2022 5:47 WIB
Kabid Dagri Disperindag Sulut Ronny Erungan, di Manado, Rabu. (1)
Manado (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengajak pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan petani agar memanfaatkan ajang pasar lelang komoditas agro (PLKA) di tahun 2022.
"Saya harap peserta PLKA di tahun 2022 akan semakin banyak baik UMKM maupun petani," kata Kabid Dagri Disperindag Sulut Ronny Erungan, di Manado, Rabu.
Dia mengatakan PLKA akan mempertemukan penjual dan pembeli secara langsung sehingga akan saling menguntungkan.
"Tidak akan ada perantara lagi, sehingga penjual dan pembeli akan sama-sama mendapatkan keuntungan lebih," jelasnya.
Setiap ada pelaksanaan PLKA, pihaknya selalu menyurat ke 15 kabupaten dan kota di Sulut, agar mengikutsertakan UMKM dalam ajang PLKA ini.
Dalam kegiatan PLKA, petani dapat bertransaksi langsung dengan pembeli tangan pertama maupun pengekspor, dengan demikian memungkinkan harga produk pertanian dibeli lebih tinggi ketimbang pasaran lainnya.
Pemerintah mengeluarkan kebijakan PLKA, dengan harapan memperoleh kepastian pasar, karena itu tak hentinya mengajak UMKM yang punya hasil produksi ditangan untuk memanfaatkan ajang ini.
Selain kepastian pasar, pertemuan langsung penjual dan pembeli tangan pertama ataupun grosiran, berarti memperpendek rantai distribusi.
"Makin pendek rantai distribusi, maka potensi UMKM mendapatkan keuntungan menjadi lebih lebih besar," katanya.
Seluruh produk yang dihasilkan UMKM, katanya, berpeluang ditransaksikan di PLKA.
Ada beberapa komoditas yang sudah menjadi andalan PLKA Sulut, diantaranya jagung, kentang, kopra, beras, dan sejumlah produk perikanan, hasil olahan UMKM, tetapi masih terbuka peluang untuk komoditas baru lainnya.
"Saya harap peserta PLKA di tahun 2022 akan semakin banyak baik UMKM maupun petani," kata Kabid Dagri Disperindag Sulut Ronny Erungan, di Manado, Rabu.
Dia mengatakan PLKA akan mempertemukan penjual dan pembeli secara langsung sehingga akan saling menguntungkan.
"Tidak akan ada perantara lagi, sehingga penjual dan pembeli akan sama-sama mendapatkan keuntungan lebih," jelasnya.
Setiap ada pelaksanaan PLKA, pihaknya selalu menyurat ke 15 kabupaten dan kota di Sulut, agar mengikutsertakan UMKM dalam ajang PLKA ini.
Dalam kegiatan PLKA, petani dapat bertransaksi langsung dengan pembeli tangan pertama maupun pengekspor, dengan demikian memungkinkan harga produk pertanian dibeli lebih tinggi ketimbang pasaran lainnya.
Pemerintah mengeluarkan kebijakan PLKA, dengan harapan memperoleh kepastian pasar, karena itu tak hentinya mengajak UMKM yang punya hasil produksi ditangan untuk memanfaatkan ajang ini.
Selain kepastian pasar, pertemuan langsung penjual dan pembeli tangan pertama ataupun grosiran, berarti memperpendek rantai distribusi.
"Makin pendek rantai distribusi, maka potensi UMKM mendapatkan keuntungan menjadi lebih lebih besar," katanya.
Seluruh produk yang dihasilkan UMKM, katanya, berpeluang ditransaksikan di PLKA.
Ada beberapa komoditas yang sudah menjadi andalan PLKA Sulut, diantaranya jagung, kentang, kopra, beras, dan sejumlah produk perikanan, hasil olahan UMKM, tetapi masih terbuka peluang untuk komoditas baru lainnya.
Pewarta : Nancy Lynda Tigauw
Editor : Jorie MR Darondo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Agenda mediasi di PN Manado, Pdt Ricky Tafuama tetap minta Rp5,2 M dikembalikan
30 January 2026 6:07 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Pertamina percepat pemulihan distribusi BBM dan LPG di Luwu Utara dan Timur
04 February 2026 20:16 WIB
Tokopedia dirumorkan tutup dan beralih ke TikTok Shop, ini tanggapan BPKN
03 February 2026 13:33 WIB