PT MSM: Curah Hujan Tinggi Saat Terjadi Longsor
Selasa, 11 Januari 2022 23:40 WIB
Ruas jalan yang longsor di Kelurahan Pinasungkulan menjadi salah satu jalur menuju ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang, kawasan pariwisata super prioritas yang ditetapkan pemerintah pusat. ANTARA/HO-BPJN Sulut (1)
Manado (ANTARA) - Deputy Manager External Relation PT Meares Soputan Mining/Tambang Tondano Nusajaya (MSM/TTN), Hery Rumondor berharap Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulut, memperhatikan kondisi tingginya curah hujan saat itu ketika terjadi longsor.
"Kami menghormati setiap pendapat LSM seperti WALHI, sebagai bagian pihak terkait kita dalam mengontrol keberlangsungan lingkungan hidup," kata Hery di Manado, Selasa.
Menurut dia, curah hujan sebelum dan pada saat kejadian ada pada kisaran angka 141 milimeter dan hal ini tergolong ekstrem.
Hery juga menyebutkan tidak ada jembatan yang hancur sebagai akibat terjadinya bencana longsor di area Kayuwale, Kelurahan Pinasungkulan.
Sementara pelaksanaan peledakan (blasting) oleh PT MSM/PT TTN, dilakukan secara terukur dengan mengacu pada standar ambang batas getaran, yakni di bawah lima milimeter/detik.
Sedangkan keretakan jalan sudah ada sekitar sepekan sebelum kejadian, dan dilakukan beberapa kali penimbunan oleh Balai Jalan dan PT MSM dan kondisi hujan yang terus- menerus juga menghambat rencana lanjutan perbaikan jalan.
Dia menambahkan kesaksian masyarakat pemerintah Kelurahan Pinasungkulan dan Kecamatan Ranowulu yang ada di lapangan, bahwa jalan amblas dan longsor, terjadi terlebih dahulu, dan longsor di dinding tambang baru terjadi pada pagi hari.
Ruas jalan yang longsor di Kelurahan Pinasungkulan menjadi salah satu jalur menuju ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang, kawasan pariwisata super prioritas yang ditetapkan pemerintah pusat.*
"Kami menghormati setiap pendapat LSM seperti WALHI, sebagai bagian pihak terkait kita dalam mengontrol keberlangsungan lingkungan hidup," kata Hery di Manado, Selasa.
Menurut dia, curah hujan sebelum dan pada saat kejadian ada pada kisaran angka 141 milimeter dan hal ini tergolong ekstrem.
Hery juga menyebutkan tidak ada jembatan yang hancur sebagai akibat terjadinya bencana longsor di area Kayuwale, Kelurahan Pinasungkulan.
Sementara pelaksanaan peledakan (blasting) oleh PT MSM/PT TTN, dilakukan secara terukur dengan mengacu pada standar ambang batas getaran, yakni di bawah lima milimeter/detik.
Sedangkan keretakan jalan sudah ada sekitar sepekan sebelum kejadian, dan dilakukan beberapa kali penimbunan oleh Balai Jalan dan PT MSM dan kondisi hujan yang terus- menerus juga menghambat rencana lanjutan perbaikan jalan.
Dia menambahkan kesaksian masyarakat pemerintah Kelurahan Pinasungkulan dan Kecamatan Ranowulu yang ada di lapangan, bahwa jalan amblas dan longsor, terjadi terlebih dahulu, dan longsor di dinding tambang baru terjadi pada pagi hari.
Ruas jalan yang longsor di Kelurahan Pinasungkulan menjadi salah satu jalur menuju ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang, kawasan pariwisata super prioritas yang ditetapkan pemerintah pusat.*
Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor : Jorie MR Darondo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Christmas symphony di Sumompo, PT MSM-TTN berbagi dengan anak-anak TPA
04 December 2021 8:30 WIB, 2021
PT MSM dan PT TTN dorong kemandirian kelompok masyarakat lingkar tambang
12 December 2019 5:02 WIB, 2019
Terpopuler - Provinsi Sulut
Lihat Juga
Gubernur Sulut sebut "Direct Call" pangkas waktu pelayaran ke negara tujuan ekspor
21 January 2026 7:00 WIB
Gubernur Sulut sebut arus ekspor-impor Sulampua masih bergantung pulau Jawa
21 January 2026 6:59 WIB
Gubernur Sulut sebut kawasan Sulampua miliki peran strategis ekonomi nasional
20 January 2026 5:48 WIB