Tim ADB - Pemkot Manado dialog soal sanitasi
Rabu, 19 September 2012 15:05 WIB
Kantor Wali Kota Manado (Foto : Guntur).
Manado, (Antara Sulut) - Tim dari Asian Development Bank berdialog dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, tentang program Urban Sanitation and Rural Infrastructure (USRI), di ruang toar lumimuut kantor wali kota Manado, Rabu.
"Program sanitasi lingkungan sangat baik, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang mengeluh tak punya WC," kata Wakil Wali Kota Manado, Harley Mangindaan, dalam dialog tersebut.
Mangindaan berharap, program tersebut akan tepat sasaran, yakni kepada seluruh masyarakat Manado yang berekonomi lemah, dan bisa bermanfaat maksimal untuk peningkatan sanitasi lingkungan.
"Dengan adanya program sanitasi lingkungan ini, maka masyarakat yang terbiasa nyaman dengan sanitasi buruk dan lingkungan tidak bersih akan lebih siap hidup sehat, asri dan indah," kata Mangindaan.
Principal Seocial Seitor Economic ADB, Wolfgang Kititzki, mengatakan, Indonesia adalah negara yang maju dalam yang sangat baik dalam pencapaian MDGs,kecuali sanitasi lingkungan.
"Karena itu masyarakat harus mengerti tujuan sanitasi perkotaan berbasis masyarakat serta manfaatnya bagi kehidupan warga," kata Kutitzki.
Salah satu staf dari Direktorat Keciptakaryaan mengatakan, tujuan program sanitasi perkotaan berbasis masyarakat adalah untu kebersihan dan kesehatan masyarakat, termasuk di Manado.
"Program ini bukan hanya sanitasi saja, tetapi kebersihan, jadi jangan hanya itu yang tersedia tetapi selokan penuh sampah," kata Agustin.
Pertemuan dengan tim dari ADB tersebut dihadiri juga oleh pemerintah provinsi, Pokja Sanitasi Kota (PSK), dan Tenaga Fasilitator Masyarakat (TFM). @antarasulutcom.
"Program sanitasi lingkungan sangat baik, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang mengeluh tak punya WC," kata Wakil Wali Kota Manado, Harley Mangindaan, dalam dialog tersebut.
Mangindaan berharap, program tersebut akan tepat sasaran, yakni kepada seluruh masyarakat Manado yang berekonomi lemah, dan bisa bermanfaat maksimal untuk peningkatan sanitasi lingkungan.
"Dengan adanya program sanitasi lingkungan ini, maka masyarakat yang terbiasa nyaman dengan sanitasi buruk dan lingkungan tidak bersih akan lebih siap hidup sehat, asri dan indah," kata Mangindaan.
Principal Seocial Seitor Economic ADB, Wolfgang Kititzki, mengatakan, Indonesia adalah negara yang maju dalam yang sangat baik dalam pencapaian MDGs,kecuali sanitasi lingkungan.
"Karena itu masyarakat harus mengerti tujuan sanitasi perkotaan berbasis masyarakat serta manfaatnya bagi kehidupan warga," kata Kutitzki.
Salah satu staf dari Direktorat Keciptakaryaan mengatakan, tujuan program sanitasi perkotaan berbasis masyarakat adalah untu kebersihan dan kesehatan masyarakat, termasuk di Manado.
"Program ini bukan hanya sanitasi saja, tetapi kebersihan, jadi jangan hanya itu yang tersedia tetapi selokan penuh sampah," kata Agustin.
Pertemuan dengan tim dari ADB tersebut dihadiri juga oleh pemerintah provinsi, Pokja Sanitasi Kota (PSK), dan Tenaga Fasilitator Masyarakat (TFM). @antarasulutcom.
Pewarta : Joyce Bukarakombang
Editor : Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Manado beri perlindungan BPJAMSOSTEK pada pengurus dan pengawas KMP
16 November 2025 17:22 WIB
Terpopuler - Sulut Update
Lihat Juga
Peringatan Merah Putih, Gubernur: Jangan biarkan api patriotisme ini redup
15 February 2026 5:17 WIB