BMKG mengimbau warga waspada gelombang tinggi lima titik perairan di NTT
Selasa, 19 Oktober 2021 12:57 WIB
Ilustrasi - Sejumlah warga menyaksikan cuaca ekstrem berupa gelombang tinggi di perairan sekitar Kota Kupang, NTT. (ANTARA/Kornelis Kaha)
Manado (ANTARA) - Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Syaeful Hadi mengimbau warga agar mewaspadai ancaman gelombang tinggi pada lima titik perairan di Nusa Tenggara Timur.
"Gelombang laut dengan ketinggian mencapai empat meter perlu diwaspadai, terutama berisiko terhadap kapal feri maupun kapal nelayan," katanya di Kupang, Selasa.
Ia menyebutkan kondisi gelombang tinggi terjadi di lima titik perairan, yaitu Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, Samudera Hindia selatan Sumba-Sabu, perairan selatan Kupang-Rote, dan Samudera Hindia selatan Kupang-Rote.
Ancaman gelombang tinggi ini, kata dia, diperkirakan berlangsung selama 20-22 Oktober 2021.
Ia mengatakan kondisi cuaca ekstrem ini perlu diwaspadai karena gelombang maksimum dapat mencapai dua kali tinggi gelombang yang ada.
Syafel Hadi juga mengimbau nelayan dengan perahu tradisional dan kapal tongkang mewaspadai gelombang tinggi hingga 2,5 meter yang terjadi di sejumlah titik perairan lain di NTT, seperti Selat Flores-Lamakera, Selat Alor-Pantar, Selat Ombau, dan perairan utara Kupang-Rote.
Ia menambahkan sementara ini kondisi sinoptik menunjukkan bahwa umumnya angin bertiup dari arah tenggara ke barat dengan kecepatan 1-5 Skala Beaufort.
"Gelombang laut dengan ketinggian mencapai empat meter perlu diwaspadai, terutama berisiko terhadap kapal feri maupun kapal nelayan," katanya di Kupang, Selasa.
Ia menyebutkan kondisi gelombang tinggi terjadi di lima titik perairan, yaitu Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, Samudera Hindia selatan Sumba-Sabu, perairan selatan Kupang-Rote, dan Samudera Hindia selatan Kupang-Rote.
Ancaman gelombang tinggi ini, kata dia, diperkirakan berlangsung selama 20-22 Oktober 2021.
Ia mengatakan kondisi cuaca ekstrem ini perlu diwaspadai karena gelombang maksimum dapat mencapai dua kali tinggi gelombang yang ada.
Syafel Hadi juga mengimbau nelayan dengan perahu tradisional dan kapal tongkang mewaspadai gelombang tinggi hingga 2,5 meter yang terjadi di sejumlah titik perairan lain di NTT, seperti Selat Flores-Lamakera, Selat Alor-Pantar, Selat Ombau, dan perairan utara Kupang-Rote.
Ia menambahkan sementara ini kondisi sinoptik menunjukkan bahwa umumnya angin bertiup dari arah tenggara ke barat dengan kecepatan 1-5 Skala Beaufort.
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Insiden siswa SD bunuh diri karena tak mampu beli buku jadi atensi Presiden
05 February 2026 5:41 WIB
Pemprov NTT cek legalitas Yayasan Graha Kasih yang hendak datangkan Ronaldo
20 February 2025 6:36 WIB, 2025
Petugas keamanan Bandara Soekarno Hatta siaga sambut Cristiano Ronaldo
18 February 2025 7:14 WIB, 2025
Difasilitasi Yayasan Graha Kasih, Cristiano Ronaldo dijadwalkan ke Kupang NTT
17 February 2025 6:35 WIB, 2025
LKBN ANTARA salurkan bantuan warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi
01 December 2024 15:14 WIB, 2024
Panitia Natal Nasional 2024 salurkan bantuan ke pengungsi gunung Lewotobi
17 November 2024 7:21 WIB, 2024