Mamuju (ANTARA Sulsel) - Kapal Penyeberangan Feri yang menghubungkan Mamuju-Balikpapan (Kalimantan Timur) diduga jadi tempat judi joker oleh penumpang kapal dalam perjalanan.

Yusuf (32 thn) salah seorang penumpang Kapal Feri, di Mamuju, Rabu, mengatakan, sejumlah penumpang kapal Feri ternyata bebas bermain judi, tanpa ada pengawasan maupun teguran dari pihak petugas ABK kapal tersebut, sehingga mengakibatkan para penumpang lainnya terusik.

"Kami tidak nyaman di atas kapal ini, karena para penjudi bebas beraksi tanpa mendapat teguran dari petugas ABK kapal," keluhnya.

Ia mengatkan, para penjudi itu mengganggu kenyamanan penumpang lainnya karena terkadang mereka ribut.

"Kegiatan judi diatas kapal itu rata-rata dilakukan oleh para sopir truk sejak pemberangkatan dari dermaga Balikpapan hingga tiba di dermaga Pelabuhan Simboro dengan jumlah taruhan hingga jutaan rupiah," kata dia.

Dikatakannya, semestinya kegiatan judi Joger mendapat teguran dari ABK Kapal, namun kenyataannya ketika sejumlah penumpang kapal mengeluhkn ke ABK justeru diabaikan.

Aksi judi itu adalah berbuatan melawan hukum dan dilarang oleh agama, apalagi saat melakukan perjalan diatas kapal tersebut sebagian ketakutan karena menilai berjudi dalam berlayar itu (Pamali) tidak dibolehkan sesuai aturan adat karena bisa membawa malapetaka yang besar bagi penumpang kapal.

"Kepercayaan inilah yang membuat puluhan penumpang gelisah dan ketakutan akan mendapat murka dari Tuhan karena dilakukan saat dalam berlayar," imbuh di.

Ia meminta agar petugas kapal Feri segera memberlakukan larangan berjudi yang dapat memicu ketertiban dan kemanan penumpang selama dalam perjalanan.

(T.PSO-104/S016)