Sekolah di Nigeria diserang kelompok bersenjata, culik 27 pelajar
Rabu, 17 Februari 2021 21:33 WIB
Pengunjuk rasa membentangkan spanduk sambil berpawai sebagai dukungan terhadap sekelompok remaja putri yang diculik oleh anggota Boko Haram di depan kedutaan Nigeria, Washington, Selasa (6/5). Pria bersenjata diduga Boko Haram menculik delapan gadis dari desa dekat daerah kekuasaan mereka di timur laut Nigeria . (FOTO/REUTERS/Gary Cameron/djo/)
Kaduna, Nigeria (ANTARA) - Beberapa pria tidak dikenal menyerang sebuah sekolah menengah di Provinsi Niger di Nigeria dan menculik setidaknya 27 orang, kata juru bicara gubernur setempat, Rabu.
Pelaku serangan menyerbu sekolah asrama milik pemerintah, Government Science, di Distrik Kagara, sekitar pukul 2:00 dini hari. Petugas keamanan asrama tidak mampu menghalau serangan para penembak, kata beberapa warga setempat.
Juru bicara gubernur Niger mengatakan 27 pelajar diculik oleh para penembak. Ia juga mengatakan beberapa staf pengurus asrama dan anggota keluarga para pelajar juga diculik.
Gubernur Niger memerintahkan sekolah-sekolah asrama di daerah tersebut segera ditutup.
Sejauh ini, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Presiden Nigeria Muhammadu Buhari, Rabu, mengecam serangan itu dan mengerahkan pasukan untuk menyelamatkan para siswa, kata juru bicara kepresidenan.
Kelompok bersenjata Boko Haram dan grup yang terafiliasi dengan IS cukup sering meluncurkan serangan di wilayah utara Nigeria. Namun, penculikan biasanya dilakukan oleh kelompok bersenjata lainnya.
Sebagian besar penculikan didorong motif ekonomi, karena pelaku umumnya meminta tebusan untuk para pelajar yang diculik.
Serangan di sekolah asrama itu terjadi dua bulan setelah adanya serangan serupa di Katsina. Penculik menahan hampir 350 anak laki-laki, yang akhirnya diselamatkan oleh tentara dan polisi Nigeria.
Sejauh ini, 100 dari lebih dari 270 pelajar perempuan yang diculik di Kota Chibok oleh Boko Haram pada 2014 masih belum diketahui keberadaannya.
Presiden Buhari banyak menerima kritik setelah rangkaian serangan terjadi di Nigeria. Buhari pada Januari 2021 menunjuk panglima militer baru untuk mengatasi masalah tersebut.
Sumber: Reuters
Pelaku serangan menyerbu sekolah asrama milik pemerintah, Government Science, di Distrik Kagara, sekitar pukul 2:00 dini hari. Petugas keamanan asrama tidak mampu menghalau serangan para penembak, kata beberapa warga setempat.
Juru bicara gubernur Niger mengatakan 27 pelajar diculik oleh para penembak. Ia juga mengatakan beberapa staf pengurus asrama dan anggota keluarga para pelajar juga diculik.
Gubernur Niger memerintahkan sekolah-sekolah asrama di daerah tersebut segera ditutup.
Sejauh ini, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Presiden Nigeria Muhammadu Buhari, Rabu, mengecam serangan itu dan mengerahkan pasukan untuk menyelamatkan para siswa, kata juru bicara kepresidenan.
Kelompok bersenjata Boko Haram dan grup yang terafiliasi dengan IS cukup sering meluncurkan serangan di wilayah utara Nigeria. Namun, penculikan biasanya dilakukan oleh kelompok bersenjata lainnya.
Sebagian besar penculikan didorong motif ekonomi, karena pelaku umumnya meminta tebusan untuk para pelajar yang diculik.
Serangan di sekolah asrama itu terjadi dua bulan setelah adanya serangan serupa di Katsina. Penculik menahan hampir 350 anak laki-laki, yang akhirnya diselamatkan oleh tentara dan polisi Nigeria.
Sejauh ini, 100 dari lebih dari 270 pelajar perempuan yang diculik di Kota Chibok oleh Boko Haram pada 2014 masih belum diketahui keberadaannya.
Presiden Buhari banyak menerima kritik setelah rangkaian serangan terjadi di Nigeria. Buhari pada Januari 2021 menunjuk panglima militer baru untuk mengatasi masalah tersebut.
Sumber: Reuters
Pewarta : Genta Tenri Mawangi
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pakar sebut tangkal paham radikal di sekolah harus dengan pendekatan humanis
14 November 2025 8:33 WIB
Terpopuler - Politik dan Hukum
Lihat Juga
UI pastikan kasus dugaan kekerasan seksual ditangani sesuai peraturan berlaku
14 April 2026 18:54 WIB