Logo Header Antaranews Manado

Sebagian Sulut mulai masuki musim kemarau

Kamis, 23 Mei 2019 09:40 WIB
Image Print
Arsip Foto. Petani kedelai membersihkan lahan tanaman kedelainya yang mengering di Meras, Manado, Sulawesi Utara, Selasa (11/8). Menurut ketua kelompok tani Meras, kondisi musim kemarau yang berkepanjangan mengakibatkan lahan pertanian kedelai seluas 20 hektar itu mengalami gagal panen sebesar 60 persen dan kerugian hingga ratusan juta rupiah. (ANTARA FOTO/Fiqman Sunandar)

Manado (ANTARA) - Wilayah Sulawesi Utara yang masuk dalam Zona Musim 322 yang meliputi Kabupaten Bolaang Mongondouw Utara, Kabupaten Bolaang Mongondouw dan Kota Kotamobagu menurut prakiraan mulai memasuki musim kemarau pada dasarian III Mei, kata Kepala Stasiun Klimatologi Minahasa Utara Johan J Haurissa.

"Wilayah Zona Musim atau ZOM 322 diprediksi masuk awal musim kemarau paling awal atau lebih cepat di antara wilayah ZOM lainnya di Sulawesi Utara yaitu pada dasarian Mei III," kata Johan di Manado, Kamis.

Sementara ZOM 325 yang meliputi wilayah Eris, Kauditan, Kema, Kombi, Langowan Selatan, Aertembaga, Girian, Lembeh Selatan, Lembeh Utara, Madidir, Maesa, Matuari, dan Ranowulu menurut prakiraan mulai memasuki musim kemarau pada dasarian I Juli.

Demikian pula wilayah ZOM 326 yang mencakup Pineleng, Tombariri, Tatapaan, Airmadidi, Dimembe, Kalawat, Talawaan, Tatelu, Bunaken, Malalayang, Mapanget, Singkil, Tikala, Tuminting, Wanea dan Wenang.

Wilayah ZOM 324 yang terdiri atas Minahasa selatan, sebagian Minahasa dan sebagian Tomohon diprakirakan menghadapi kemarau mulai dasarian II Juni.

ZOM 323 yang meliputi Kotabunan, Nuangan, Tutuyan, Belang, Posumaen, Ratahan, dan Ratatotok serta ZOM 327 yang mencakup daerah Likupang dan Wori musim kemarai menurut prakiraan mulai datang pada dasarian II Juli.

Sedangkan di wilayah ZOM 319, awal musim kemarau diperkirakan baru tiba pada Oktober dasarian II.

"Kami berharap warga lebih berhati-hati memasuki musim kemarau, jangan membuka lahan dengan cara membakar, serta gunakanlah air sesuai dengan kebutuhan," kata Johan.



Pewarta :
Editor: Jorie MR Darondo
COPYRIGHT © ANTARA 2026